Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Diterpa Gelombang Penolakan Omnibus Law, Rupiah Terkapar

Aksi demonstrasi mahasiswa di Istana Merdeka yang menyuarakan penolakan terhadap Undang Undang (UU) Cipta Kerja menjadi salah satu sentimen internal penekan pergerakan rupiah.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 16 Oktober 2020  |  15:47 WIB
Karyawati menghitung uang dolar AS di Jakarta, Rabu (16/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawati menghitung uang dolar AS di Jakarta, Rabu (16/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terkapar di tengah gelombang demonstrasi yang terus mengali di dalam negeri hingga Jumat (16/10/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp14.698 per dolar Amerika Serikat (AS). Posisi itu melemah 8 poin atau 0,05 persen dari sesi sebelumnya.

Nilai tukar rupiah melemah kompak bersama dengan won yang terkoreksi 4,06 poin. Sebaliknya, sejumlah mata uang Asia mampu menguat pada akhir pekan ini.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan rupiah ditutup melemah tipis meski sempat koreksi cukup dalam 40 poin pada pembukaan. Dia menggarisbawahi sejumlah eksternal dan internal yang mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah akhir pekan ini.

“Dalam perdagangan pekan depan, mata uang rupiah kemungkinan akan dibuka melemah walaupu sesi akhir ditutup menguat sebesar 5 poin—40 poin di level Rp14.690—Rp14.730,” jelasnya dalam siaran pers, Jumat (16/10/2020).

Dari internal, Ibrahim menyebut terjadi demonstrasi mahasiswa di Istana Merdeka pada Jumat (16/10/2020). Aksi itu bertujuan menyuarakan penolakan terhadap Undang Undang (UU) Cipta Kerja.

Dia menyebut Bank Dunia juga ikut mengomentari UU Cipta Kerja. Lembaga keuangan internasional itu menurutnya menilai beleid sapu jagad tersebut sebagai upaya reformasi besar-besaran untuk menjadikan Indonesia lebih berdaya saing.

Untuk faktor eksternal, Ibrahim mengatakan ada beberapa faktor yang menjadi perhatian. Salah satunya jumlah kasus Covid-19 yang melonjak di Eropa dan Amerika Serikat (AS).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah Rupiah Omnibus Law
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top