Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Saham Bersiap Akhiri Reli Terpanjang Sejak 2018

Berdasarkan data Bloomberg, indeks S&P BSE Sensex melemah 0,51 persen ke level 40.411,58 pada pukul 12.42 waktu Mumbai, sementara Indeks Nifty 50 NSE turun 0,65 persen ke level 11.857,15.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 14 Oktober 2020  |  14:19 WIB
Gedung Bombay Stock Exchange - Bloomberg
Gedung Bombay Stock Exchange - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham India melemah pada perdagangan Rabu (14/10/2020), bersiap mengakhiri reli penguatan terpanjang sejak 2018, menyusul surutnya selera risiko dan dimulainya musim laporan pendapatan dalam negeri.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks S&P BSE Sensex melemah 0,51 persen ke level 40.411,58 pada pukul 12.42 waktu Mumbai, sementara Indeks Nifty 50 NSE turun 0,65 persen ke level 11.857,15.

Pelemahan bursa India juga sejalan dengan bursa Asia yang bergerak cenderung melemah, sejalan dengan musim laporan pendapatan AS dan tidak ada tanda-tanda kejelasan dari kebuntuan atas stimulus fiskal AS.

"Akan ada beberapa aksi ambil untung menyusul penguatan besar (beberapa hari terakhir)," kata kepala penelitian Samco Securities Ltd., Umesh Mehta.

Ia menambahkan bahwa kinerja Wipro Ltd. akan semakin merusak mood investor pada awal musim laporan pendapatan.

Setelah perdagangan ditutup pada Selasa, Wipro melaporkan pendapatan bersih 24,7 miliar rupee (US$337 juta) di semester III/2020, lebih rendah dibandingkan konsensus sebesar 25,2 miliar rupee. Saham Wipro melemah 6,9 persen hari ini.

Akan tetapi, kedua indeks utama India tersebut hampir menghapus pelemahan tahun ini, didukung oleh capital inflow sekitar US$ 821 juta ke pasar saham India dari investor asing bulan ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa india
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top