Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembahasan Stimulus AS Buntu, Rupiah Gagal Lanjutkan Tren Penguatan

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini, Senin (12/10/2020) ditutup di level yang sama dengan perdagangan Jumat (9/10/2020).
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 12 Oktober 2020  |  16:18 WIB
Karyawati menghitung uang dolar AS di Jakarta, Rabu (16/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawati menghitung uang dolar AS di Jakarta, Rabu (16/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Sentimen negatif dari kebuntuan pembicaraan stimulus lanjutan dinilai menjadi penyebab kinerja mata yang rupiah tertekan pada perdagangan hari ini. Kendati demikian, rupiah bisa bertahan dan lolos dari koreksi setelah ditutup di level Rp14.700 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, level penutupan rupiah hari ini sama dengan penutupan perdagangan terakhir pada Jumat (9/10/2020). Sepanjang  perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah bergerak pada kisaran Rp14.685 hingga Rp14.715.

Rupiah mampu bertahan dari koreksi di saat mayoritas mata uang Asia tumbang. Untuk diketahui, indeks dolar AS menguat 0,05 persen ke posisi 93,1050 saat perdagangan di pasar Asia ditutup.

Pelemahan mata uang Asia dipimpin oleh baht Thailand yang melemah 0,18 persen. Pelemahan juga dialami rupe India, ringgit Malaysia, peso Filipina, dan dolar Singapura. Hanya yen Jepang dan won Korea yang mampu menguat terhadap dolar AS.

Direktur PT TRFX Berjangka Ibrahim menjelaskan, pergerakan rupiah hari ini ditopang oleh respon negatif pelaku pasar terhadap negosiasi paket stimulus terbaru di AS yang gagal.

Sebelumnya harapan investor sempat meningkat setelah Presiden Donald Trump mengusulkan paket US$1,8 triliun pada hari Jumat selama pembicaraan dengan Ketua DPR Nancy Pelosi, mendekati US$2,2 triliun dari proposal partai Demokrat.

Namun, tawaran Trump membuat kesal Partai Republik, banyak di antaranya enggan menambah tumpukan utang, dan berpotensi merugikan partainya untuk mendapatkan dukungan kritis dalam pemilihan presiden 3 November.

Ibrahim memperkirakan pada perdagangan besok, besok mata uang rupiah kemungkinan akan fluktuatif. Namun, peluang terjadinya penguatan terbatas masih cukup terbuka.

“kemungkinan penguatan terbatas sebesar 5-30 point  di level 14.660-14.710,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (12/10/2020).

Sementara itu, faktor domestik yang mempengaruhi pergerakan rupiah adalah kembali berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi setelah 2 pekan PSBB total. 

Di samping itu Kementerian Kemaritiman dan Investasi mengungkapkan program vaksinasi Covid-19 akan dimulai pada awal November 2020. Indonesia akan mengandalkan kerja sama pengadaan vaksin dengan China dalam program vaksinasi.

Presiden Joko Widodo meminta jajarannya untuk segera memaparkan terkait peta jalan atau roadmap vaksinasi Covid-19.

Presiden Jokowi sebelumnya juga sempat memerintahkan jajarannya untuk membuat detail rencana vaksinasi. Dengan demikian, saat vaksin telah ada, pelaksanaan di lapangan dapat segera dilakukan.

“Saya minta dua minggu ini sudah ada perencanaan detail, kapan dimulai, lokasi di mana, siapa yang melakukan, siapa yang divaksin pertama. Semua harus terencana dengan baik, sehingga saat vaksin ada, itu tinggal langsung implementasi pelaksanaan di lapangan,” ujar Presiden Jokowi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah Pilpres as 2020
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top