Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kalbe Farma (KLBF) Belum Berencana Percepat Pengembangan Vaksin Covid-19

Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius mengatakan bahwa saat ini pengembangan fase pertama masih berjalan sehingga belum ada wacana untuk mempercepat distribusi vaksin kerjasama perseroan dengan perusahaan asal Korea Selatan Genexine.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 28 September 2020  |  17:04 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) mendengarkan penjelasan Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk Vidjongtius ketika meninjau fasilitas produksi di sela-sela peresmian pabrik PT Kalbio Global Medika, di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (27/2/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A
Presiden Joko Widodo (kiri) mendengarkan penjelasan Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk Vidjongtius ketika meninjau fasilitas produksi di sela-sela peresmian pabrik PT Kalbio Global Medika, di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (27/2/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten farmasi PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) menyatakan bahwa perkembangan vaksin Covid-19 sampai saat ini masih sesuai dengan rencana.

Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius mengatakan bahwa saat ini pengembangan fase pertama masih berjalan sehingga belum ada wacana untuk mempercepat distribusi vaksin kerjasama perseroan dengan perusahaan asal Korea Selatan Genexine.

“Sepanjang ini on track dan tetap diharapkan siap dipakai di pertengahan tahun 2021,” ungkap Vidjongtius kepada Bisnis, Senin (28/9/2020).

Vidjongtius mengungkapkan bahwa pengembangan vaksin fase pertama saat ini sedang berjalan di negara asalnya Korea Selatan.

Bersamaan dengan hal tersebut, emiten berkode saham KLBF tersebut sedang menyiapkan fase kedua bersamaan dengan konsorsium riset, Kementerian Kesehatan dan BPOM. Adapun, pada kuartal keempat tahun 2020 mendatang, diharapkan uji klinis sudah dapat dilakukan.

Di sisi lain, pihaknya juga mengatakan bahwa harga pasti dari vaksin tersebut belum dapat ditentukan.

“Namun Kalbe harap diperkirakan sekitar US$10 per dosis,” sambungnya.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, KLBF juga mengumumkan pendirian perusahaan baru yakni PT Kalbe Biotek Indonesia pada pertengahan bulan ini.

Vidjongtius mengatakan bahwa anak perusahaan tersebut didirikan untuk tujuan memperkuat kategori produk bioteknologi.

Tak hanya itu, pihaknya juga menuturkan bahwa pendirian perusahaan ini berkaitan erat dengan kerjasama perseroan dengan perusahaan asal Korea Selatan Genexine Inc dalam hal pengembangan vaksin Covid-19.

Namun, lebih daripada itu, pembentukan perusahaan di bawah payung emiten berkode saham KLBF tersebut nantinya bisa merambah ke produk bioteknologi potensial lainnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kalbe farma
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top