Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Saham Perbankan Masih Dilego Asing, IHSG Koreksi Tiga Hari Beruntun

Sempat dibuka menguat di level 4.946,5, IHSG ditutup melemah 0,66 persen ke posisi 4.901,65 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Rabu (23/9/2020).
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 23 September 2020  |  12:09 WIB
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Saham emiten perbankan masih menjadi sasaran aksi jual para investor asing hingga sesi pertama perdagangan Rabu (23/9/2020). Alhasil, indeks harga saham gabungan (IHSG) tertekan dan melanjutkan koreksi tiga hari beruntun.

Pada penutupan sesi I hari ini, IHSG kembali ditutup melemah setelah sempat menguat pada awal perdagangan. Setelah dibuka pada level 4.946,5, IHSG ditutup melemah 0,66 persen ke 4.901,65 pada akhir sesi pertama.

Saham emiten perbankan tetap menjadi sasaran jual oleh investor yang dipimpin oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Emiten berkode saham BMRi itu mencatatkan net foreign sell Rp21,5 miliar. Kemudian disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan nilai jual bersih Rp9 miliar.

Beberapa saham perbankan juga mencetak koreksi cukup dalam. Saham PT Bank BRI Syariah Tbk. turun 5,19 persen ke level 730. Saham PT Bank Bukopin Tbk. juga melorot 4,27 persen ke posisi 224. 

Secara umum, indeks saham-saham keuangan yang juga menghimpun saham perbankan turun 0,62 persen. Indeks Jakfin tercatat bertengger di posisi 1.055,135 pada akhir sesi pertama.

Sebagian indeks sektoral juga terkoreksi dengan penurunan paling tinggi dialami oleh sektor industri lain-lain yang turun 1,36 persen. Menyusul di belakangnya adalah sektor perkebunan dan properti yang masing-masing terkoreksi 1,34 persen dan 0,84 persen.

Sebelumnya, analis Artha Sekuritas Dennies Christopher memproyeksi IHSG bakal kembali melemah pada perdagangan hari ini.

“Secara teknikal indikator stochastic melebar setelah membentuk dead cross mengindikasikan trend bearish masih akan berlanjut,” ujar dia dalam riset, seperti dikutip Bisnis, Rabu (23/9/2020)

Pergerakan IHSG masih dibayangi oleh semakin tingginya kasus Covid-19 dari dalam negeri, dan kecemasan investor setelah Sri Mulyani meyakini perekonomian pada kuartal III/20 akan mengalami resesi.

Sementara itu, angka kenaikan transaksi mencurigakan di pasar modal pada semester I/2020 mencengangkan jika membandingkannya dengan data semester 1/2019.

Data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menunjukkan secara kumulatif, jumlah laporan transaksi keuangan mencurigakan (LTKM) semester 1/2020 melonjak sebanyak 2.090 persen atau dari 10 menjadi 219 LTKM. Sementara sektor perbankan pada periode yang sama naik 56,6 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG rekomendasi saham
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top