Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Konsumsi Melambat, Penjualan Indocement (INTP) Turun 10 Persen

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. mencetak penurunan penjualan 10,71 persen dalam delapan bulan 2020. Tingkat konsumsi yang menurun menjadi penyebab utama penurunan kinerja perseroan.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 16 September 2020  |  19:01 WIB
Pabrik semen milik PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.
Pabrik semen milik PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.

Bisnis.com, JAKARTA - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatatkan penurunan penjualan semen sepanjang Januari hingga Agustus 2020 sebesar 10,71 persen. 

Sekretaris Perusahaan Indocement Tunggal Prakarsa Antonius Marcos mengatakan, total penjualan semen perusahaan hingga Agustus 2020 mencapai 10 juta ton. Angka itu lebih rendah dari pencapaian periode Januari-Agustus 2019 sebesar 11,2 juta ton.

Sepanjang Agustus 2020, INTP mencatatkan angka penjualan sebesar 1,5 juta ton, dengan kontribusi penjualan  terbesar di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat, Catatan ini terpaut tipis dari perolehan Agustus 2019 di angka 1,6 juta ton.

Penjualan semen emiten bersandi saham INTP itu melempem seiring dengan penurunan daya beli. Di samping itu, banjir besar yang melanda Jabodetabek pada kuartal I/2020 turut andil dalam menekan penjualan semen.

"Memasuki kuartal II/2020 juga terjadi pandemi virus corona yang menyebabkan semua industri mengalami perlambatan," katanya saat dihubungi Bisnis, Rabu (16/9/2020).

Kinerja penjualan semen INTP sejalan dengan apa yang dialami oleh produsen semen lain. Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mencatat konsumsi semen nasional pada Agustus 2020 merosot 8,9 persen menjadi 38,47 juta.

Marcos menuturkan, INTP akan tetap fokus menjaga market share di pangsa pasar utama guna meningkatkan penjualan. Perusahaan juga akan melakukan optimalisasi pengiriman semen dari terminal yang tersebar di berbagai daerah.

Di sisi lain, INTP juga akan tetap menjajaki pangsa pasar penjualan semen di luar negeri yang potensial. Meski demikian, dia tidak menyebutkan negara-negara potensial yang dimaksud.

"Untuk penjualan luar negeri saat ini memang porsi kami belum signifikan karena harga semen di luar negeri juga tidak kompetitif. Tetapi, kami tetap membuka peluang bila ada pasar yang potensial," ujarnya.

Pada perdagangan hari ini, saham INTP turun 0,22 persen ke level 11.375. Kinerja saham INTP sejak awal tahun sudah turun 40,21 persen. Bahkan, dalam periode yang lebih pendek seperti satu minggu, satu bulan, dan tiga bulan, saham INTP tetap mencetak penurunan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indocement Kinerja Emiten
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top