Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Asosiasi Emiten : Pengawasan Sektor Keuangan Perlu Ditinjau Ulang

Asosiasi Emiten Indonesia berharap rencana reformasi sistem keuangan akan mencakup penataan infrastruktur hukum dan kelembagaan untuk memperkuat fungsi dan tugas masing-masing lembaga pengawas.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 04 September 2020  |  19:45 WIB
Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Franciscus Welirang - JIBI/Dedi Gunawan
Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Franciscus Welirang - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) menilai perlu ada peninjauan ulang terhadap pengawasan sektor keuangan yang selama ini sudah berjalan.

Direktur Eksekutif AEI  Samsul Hidayat mengatakan setiap subsektor dan pasar keuangan memiliki karakteristik yang berbeda sehingga diperlukan penyempurnaan dari yang sudah berjalan.

Dia menggambarkan, sektor perbankan, moneter, industri keuangan nonbank, hingga pasar modal memiliki karakter yang berbeda sehingga penanganannya tidak bisa serupa. 

“Tata cara pembinaan, pengembangan, dan pengawasan tentu akan berbeda sehingga mungkin ini harus di-review ulang,” ujar Samsul kepada Bisnis, Jumat (4/9/2020).

Dia mengharapkan dari rencana reformasi sistem keuangan yang sedang diusulkan saat ini, terdapat penataan infrastruktur hukum dan kelembagaan untuk memperkuat fungsi dan tugas masing-masing lembaga pengawas.

Setiap lembaga itu diharapkan akan mempunyai sistem pengawasan yang terpercaya dalam kondisi normal. Di samping itu sistem pengawasan juga diharapkan memiliki ketahanan yang mumpuni dalam menghadapi masa-masa sulit seperti dampak pandemi.

Adapun, poin tersebut termasuk ke dalam lima poin usulan AEI kepada pemerintah terkait rencana penguatan stabilitas sistem keuangan.

Sebelumnya, Tim Pengkajian dan  Ketua Umum Pengurus Asosiasi Emiten Indonesia Fraciscus Welirang telah melakukan pengamatan atas perkembangan yang terjadi di pasar modal, dan mengusulkan 5 poin kepada pemerintah.

Dia mengimbuhkan perlu upaya peningkatan dan penguatan peran  pasar modal untuk bisa berkontribusi lebih besar.

Pertama,  mengambil langkah-langkah yang lebih strategis terkait dengan upaya peningkatan dan penguatan peran pasar modal untuk bisa berkontribusi lebih besar dalam mengatasi dampak bencana ini dalam jangka panjang;

Kedua,  pemerintah memberikan perhatian dan lebih fokus pada upaya memaksimalkan segala sumber-sumber daya yang ada pada sektor pasar modal, meningkatkan peran dan kontribusi pasar modal untuk percepatan perbaikan kinerja perekonomian nasional;

Ketiga, memperhatikan konsep bisnis pasar modal dalam industri jasa keuangan, perlu pemerintah melakukan untuk menyempurnakan sistem koordinasi dan pengawasan yang lebih tepat antar sektor jasa keuangan dan antar kelembagaan;

Keempat,  perlu dilakukan penataan infrastruktur hukum dan kelembagaan untuk memperkuat fungsi dan tugas masing lembaga pengawas yang mempunyai sistem pengawasan yang terpercaya dalam kondisi normal dan mempunyai ketahanan yang mumpuni dalam menghadapi masa-masa sulit seperti yang saat ini dialami;

Kelima, mendukung setiap upaya pemerintah terkait dengan penguatan stabilitas sistem keuangan yang sedang digagas pemerintah, sebagaimana yang telah disampaikan oleh  Menteri keuangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pasar modal asosiasi emiten indonesia
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top