Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

OJK: IHSG Belum Pulih, Tapi Kepercayaan Mulai Tumbuh

Penopang penguatan indeks belakangan ini lebih didorong oleh investor ritel domestik
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (17/7/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (17/7/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Perkembangan indikator acuan di pasar modal kian membaik setelah genap enam bulan pandemi, salah satunya tercermin lewat penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG).

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menunjukkan belakangan ini IHSG sudah membaik walaupun belum pulih.

“Meskipun belum pulih betul, ini cerminan confident sudah mulai tumbuh,” kata Wimboh dalam rapat kerja dengan DPR RI Komisi XI, Rabu (2/9/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG terpantau menguat 0,07 persen ke level 5.314 pada perdagangan Rabu (2/9/2020) pukul 13.33 WIB. 

Di sepanjang Agustus 2020, indeks menguat 1,37 persen dan selama tiga bulan terakhir IHSG melejit 14,53 persen. Namun, secara year-to-date IHSG masih tertekan 15,66 persen.

Wimboh menyampaikan bahwa penopang penguatan indeks belakangan ini lebih didorong oleh investor ritel domestik

“Investor yang mendominasi adalah domestik. Investor asing secara net masih ada sell off mencapai Rp28 triliun,” imbuh Wimboh.

Meskipun kinerja pasar saham masih terbebani pandemi dan sejumlah kasus investasi, minat untuk menghimpun pendanaan lewat pasar modal tetap ada.

OJK mencatat per 1 September 2020, nilai penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp75,1 triliun dan jumlah emiten baru tercatat 40 perusahaan.

Di dalam pipeline sampai dengan akhir tahun, masih ada 37 calon emiten yang akan melakukan penawaran umum di Bursa Efek Indonesia dengan nilai total penawaran mencapai Rp20,46 triliun. Nilai tersebut memang lebih rendah dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp180 triliun.

“Namun, dengan kondisi Covid-19 masih ada masyarakat memanfaatkan raising fund,” tutur Wimboh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper