Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

ITMG Antisipasi Revisi RKAB Produksi Batu Bara

Sejauh ini ITMG masih mempertahankan panduan produksinya untuk 2020 sambil mengantisipasi revisi rencana kerja dan anggaran belanja (RKAB) dari Kementerian ESDM.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 25 Agustus 2020  |  14:59 WIB
Aktivitas pertambangan batu bara kelompok usaha PT Indo Tambangraya Megah Tbk.  - itmg.co.id
Aktivitas pertambangan batu bara kelompok usaha PT Indo Tambangraya Megah Tbk. - itmg.co.id

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten batubara PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) mengantisipasi adanya revisi rencana kerja dan anggaran belanja (RKAB) perusahaan batu bara.

Wakil Direktur Utama ndo Tambangraya Megah Bramantya Putra mengatakan sejauh ini perseoan juga masih mempertahankan panduan produksinya untuk 2020 sambil mengantisipasi revisi rencana kerja dan anggaran belanja (RKAB) perusahaan batu bara yang akan dirilis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

“Secara umum target kami masih berdasarkan kisaran antara 19—20,1 juta ton, tapi itu sangattergantung sekali dengan persetujuan revisi RKAB yang akan dikeluarkan pemerintah,” kata Bramantya, Selasa (25/8/2020).

Meskipun demikian, dia tak menampik perseroan juga tengah mencoba melakukan peninjauan ualng beberapa pertimbangan terkait koreksi pasar, harga batu bara, serta aspek-aspek lainnya.

“Saat ini kita masih ada pertimbangan lain tapi nanti kita akan sesuaikan dengan keputusan pemerintah terkait dengan volume produksi yang akan diizinkan. Kemudian mempersiapkan kondisi serta perencanaan tambang yang sesuai dengan apa yang nanti ada,” jelasnya.

Volume produksi ITMG pada paruh pertama tahun ini sebesar semester pertama tahun ini 8,9 juta ton. Realisasi itu lebih rendah dibandingkan dengan 11,4 juta ton pada periode yang sama tahun lalu.

Penurunan itu disebabkan oleh total produksi pada kuartal II/2020, yaitu sebesar 4,4 juta ton, sedikit di bawah target seiring dengan curah hujan yang tinggi sehingga mempengaruhi aktivitas pertambangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara indo tambangraya megah produksi batu bara
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top