Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Indo Tambangraya (ITMG) Genjot Produksi Batu Bara Mulai Kuartal III

ITMG masih mempertahankan target produksi batu bara hingga akhir tahun di kisaran 19 juta — 20,1 juta ton.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 25 Agustus 2020  |  13:55 WIB
Peta operasi ITMG. Istimewa
Peta operasi ITMG. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten batubara PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) bertekad menggenjot produksi di paruh kedua tahun ini. Dua tambang anak usaha jadi fokus perseroan.

Direktur Utama Indo Tambangraya Megah Mulianto mengatakan per akhir Juni 2020 produksi batubara perseroan baru mencapai 8,7 juta ton. Adapun saat ini pihaknya masih mempertahankan target produksi hingga akhir tahun di kisaran 19—20,1 juta ton.

“Kuartal ketiga kita rencanakan produksi akan lebih tinggi,” katanya dalam paparan publik via layanan daring, Selasa (25/8/2020).

Volume produksi ITMG pada paruh pertama tahun ini sebesar semester pertama tahun ini 8,9 juta ton. Realisasi itu lebih rendah dibandingkan dengan 11,4 juta ton pada periode yang sama tahun lalu.

Penurunan itu disebabkan oleh total produksi pada kuartal II/2020, yaitu sebesar 4,4 juta ton, sedikit di bawah target seiring dengan curah hujan yang tinggi sehingga mempengaruhi aktivitas pertambangan.

Mulianto memperkirakan produksi di kuartal III/2020 akan meningkat signifikan, ditopang oleh peningkatan volume produksi di anak usaha perseroan yakni PT Trubaindo Coal Mining dan PT Bharinto Eksatama.

Menurutnya, produksi dari kedua site tersebut diperkirakan akan meningkat masing-masing 30 persen untuk Trubanindo dan 50 persen untuk Bharinto. Perseroan juga tengah berencana untuk menambah kapasitas alat untuk Bharinto.

Wakil Direktur Utama Indo Tambangraya Megah Bramantya Putra mengatakan sejumlah penambahan kapasitas alat telah mulai dilakukan di Bharinto dan diharapkan dapat segera menambah kapasitas dari produksi di sana.

Selain itu, jelasnya, untuk Bharinto dan Turbarindo perseroan mulai menerapkan metoda selective mining, yakni memprioritaskan area dengan sweeping ratio lebih rendah agar proses wrap up produksi dapat lebih cepat.

“Sehingga kita harapkan untuk di kuartal III/2020 nanti nisbah kupasnya akan bisa menjadi lebih rendah,” ungkap dia.

Sementara itu, sejauh ini perseoan juga masih mempertahankan panduan produksinya untuk tahun ini sambil mengantisipasi revisi rencana kerja dan anggaran belanja (RKAB) perusahaan batubara yang akan dirilis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

“Secara umum target kami masih berdasarkan kisaran antara 19 juta — 20,1 juta ton, tapi itu sangat tergantung sekali dengan persetujuan revisi RKAB yang akan dikeluarkan pemerintah,” kata Bramantya.

Meskipun demikian, dia tak menampik perseroan juga tengah mencoba melakuakn peninjauan ulang beberapa pertimbangan terkait koreksi pasar, harga batubara, serta aspek-aspek lainnya.

“Saat ini kita masih ada pertimbangan lain tapi nanti kita akan sesuaikan dengan keputusan pemerintah terkait dengan volume produksi yang akan diizinkan. Kemudian mempersiapkan kondisi serta perencanaan tambang yang sesuai dengan apa yang nanti ada,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara emiten tambang indo tambangraya megah
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top