Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dibayangi Pandemi, Begini Progres Proyek yang Digarap Wijaya Karya (WIKA)

Proyek infrastruktur yang digarap WIKA tersebar dari jalan tol, bandara, pelabuhan, hingga kabel laut.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 25 Agustus 2020  |  12:22 WIB
GEDUNG BUMN WIJAYA KARYA. Bisnis - Arief Hermawan P
GEDUNG BUMN WIJAYA KARYA. Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah proyek yang dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk berhasil mencatatkan kemajuan pembangunan di tengah pandemi virus corona (Covid-19) yang melanda Indonesia sejak awal Maret 2020.

Direktur Utama Wijaya Karya Agung Budi Waskito menjelaskan, catatan positif ini merupakan bentuk kesuksesan sinergi dalam grup usaha Wika pada proyek-proyek strategis. 

Proyek dengan nilai strategis ini menjadi kunci dari keberlangsungan bisnis emiten berkode saham WIKA ini dalam beberapa tahun mendatang. Salah satu proyek yang digarap oleh WIKA adalah Bandara Sultan Hasanuddin yang turut melibatkan sejumlah entitas anak perusahaan. 

WIKA Beton terlibat dalam memasok beton readymix dan beton precast, WIKA Gedung untuk lingkup pekerjaan struktur, WIKA Rekayasa Konstruksi untuk instalasi MEP, serta WIKA IKON untuk pekerjaan struktur baja space frame. 

Secara keseluruhan, pembangunan proyek ini telah mencapai 51 persen dan tengah dalam proses penyelesaian pekerjaan finishing dan MEP (Mechanical Electrical Package).

Bandara ini nantinya akan memiliki luas 3 kali lipat dibanding pra pembangunan, tepatnya dari 51.005 meter persegi menjadi 166.005 meter persegi untuk menampung 15,6 juta penumpang setiap tahunnya.  "Proyek ini ditargetkan selesai pada September 2021," katanya pada Selasa (25/8/2020).

Progres pembangunan signifikan juga turut dicatatkan pada proyek Kabel Laut 150 kV di Sumatera – Bangka. Pada proyek ini, WIKA dalam konsorsium bersama Furukawa Electric Co., Ltd dipercaya PLN akan melaksanakan konstruksi pemasangan kabel bertegangan 150 kV sepanjang 36 kilometer pada kedalaman laut 45 meter. 

Terpasangnya kabel laut ini diharapkan menghadirkan energi efisien bagi Bangka sekaligus mengurangi ketergantungan energi minyak atau diesel yang dialihkan menjadi energi batu bara. 

Sebagai portofolio baru di bidang Engineering, Procurement and Construction (EPC), WIKA - Furukawa mampu mencatatkan progres 8,5 persen atau lebih tinggi 1,5 persen dari rencana. Pengerjaannya sendiri ditargetkan selesai pada awal 2022.

Sementara itu, dalam mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung, Banten, WIKA juga hadir dengan portofolio investasi Tol Serang Panimbang. Jalan tol sepanjang 83,67 km tersebut pengerjaannya dibagi menjadi dua seksi yaitu, seksi 1 sepanjang 26,5 km menghubungkan Serang-Rangkasbitung dan seksi 2 sepanjang 24,1 km dari Rangkasbitung-Cileles

"Pembangunan Seksi I kini mencapai 73,40% dan kami targetkan selesai pada semester I 2021," ujarAgung.

Agung menuturkan, proyek lain yang tengah dikerjakan WIKA di Banten adalah Tol Serpong Balaraja. Proyek ini  dirancang untuk mempersingkat jarak tempuh dari Serpong menuju Jakarta maupun Merak. 

Pada Seksi I ini, WIKA dipercaya oleh PT Trans Bumi Serbaraja sebagai entitas anak dari PT Bumi Serpong Damai (Sinar Mas Group) untuk membangun jalan tol sepanjang 5,15 km yang menghubungkan Pusat Intermoda BSD City dan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR).

"Saat ini pembangunannya telah mencapai 16,56 persen dan sedang dalam tahap pengerjaan saluran Frontage Road, struktur pondasi Main Road dan struktur Simpang Susun Central Business District (CBD) BSD Raya. Kami menargetkan untuk bisa selesai pada akhir tahun 2021," jelas Agung.

Progres pembangunan juga terlihat pada pembangunan Jalan Tol Pekanbaru - Padang Seksi Bangkinang – Pangkalan. Proyek sepanjang 54,2 km ini akan menjadi jalur utama transportasi utama yang menghubungkan Sumatera Barat-Riau.

Saat ini, WIKA tengah mengerjakan konstruksi tahap I sepanjang 24 km dengan progres mencapai 6,17 persen. Rencananya, proyek ini akan selesai pada Semester II 2022.

Di sektor kepelabuhanan, WIKA bersama PTPP sebagai kontraktor nasional bergabung dengan Konsorsium bersama Penta Ocean, TOA, Rinkai dipercaya oleh Kementerian Perhubungan untuk menggarap Proyek Pelabuhan Patimban yang saat ini telah mencapai progres sebesar 80 persen. 

Selain bertanggung jawab akan pengerjaan Proyek Pelabuhan Patimban, WIKA juga membentuk Kerja Sama Operasi (KSO) bersama PTPP untuk menggarap pekerjaan paket 3 yaitu jembatan yang berfungsi sebagai penghubung antara akses darat (Paket 4) menuju lahan reklamasi (Paket 1 & 2).

Mencapai progres sebesar 13 persen hingga awal bulan Agustus 2020, proyek tersebut ditargetkan usai pada Oktober 2021. Saat ini tim proyek sedang fokus pada pengerjaan akses kerja di laut dengan menggunakan coast way yang saat ini telah mencapai sepanjang 560 meter dari total 1 kilometer yang ditargetkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur wijaya karya Kinerja Emiten
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top