Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kinerja Emiten Diyakini Bakal Pulih, Bagaimana Prospek Saham BUMN?

Saham PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk., dan PT Waskita Beton Precast Tbk. dinilai memiliki valuasi yang cukup murah karena rasio harga terhada buku (PBV) di bawah 1
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 14 Agustus 2020  |  11:33 WIB
Jalan tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) yang terbagi dalam lima seksi akan beroperasi penuh tahun ini. Jalan tol digarap oleh PT Jasamarga Balikpapan Samarinda, sebuah konsorsium BUMN dan perusahaan swasta  - JIBI/Tim Jelajah Infrastruktur Kalimantan
Jalan tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) yang terbagi dalam lima seksi akan beroperasi penuh tahun ini. Jalan tol digarap oleh PT Jasamarga Balikpapan Samarinda, sebuah konsorsium BUMN dan perusahaan swasta - JIBI/Tim Jelajah Infrastruktur Kalimantan

Bisnis.com, JAKARTA - Kinerja emiten yang bergerak di sektor infrastruktur diyakini bakal pulih seiring dengan agenda pembangunan infrastruktur yang akan terus bergulir. 

Head of Equity Trading MNC Sekuritas Medan Frankie Wijoyo Prasetio mengatakan pembangunan infrastruktur sebagai perwujudan dari rencana pembangunan jangka menengah nasional 2020—2024 akan memantik peluang bagi emiten dari kalangan BUMN.

Dia menyebut, walaupun porsi BUMN lebih kecil dari APBN dan swasta, arahan utama dari RPJMN 2020—2024 adalah program pembangunan wilayah, lintas wilayah, juga proyek pembangunan infrastruktur di Papua.

"Dengan demikian, kemungkinan besar anggaran RPJMN untuk BUMN lebih ditekankan ke anak perusahaan dalam ranah konstruksi,” paparnya kepada Bisnis, Kamis (14/08/2020).

Frankie mengatakan alokasi dalam RPJMN dapat menopang pemulihan kinerja perusahaan pelat merah. WSKT, WSBP, dan WIKA menurutnya bisa menjadi rekomendasi karena secara valuasi rasio price to book value (PBV) cukup rendah di bawah satu kali.

Di lain pihak, Direktur CSA Institute Aria Santoso menilai prospek emiten BUMN dan anak usaha di sektor konstruksi dan infrastruktur masih memiliki potensi yang menarik. Pasalnya, masih tersedia berbagai proyek dengan nilai ribuan triliun yang masih akan digarap.

“Pemulihan kinerja memang secara siklus bisnis juga lebih besar realisasi anggaran di semester II/2020,” jelasnya.

Adapun, Aria menyebut emiten yang masih menarik dari sektor itu yakni PTPP, WIKA, WSKT, ADHI, dan PGAS. Untuk BUMN sektor transportasi dan logistik, Aria menyebut IPCM cukup menarik. Pasalnya, perseroan dapat mempertahankan kinerja yang positif pada kuartal II/2020.

“Dengan adanya pemulihan di berbagai bidang bisnis akan memberikan sentimen positif untuk pertumbuhan selanjutnya,” imbuhnya.

Di sisi lain, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper menilai perusahaan di sektor konstruksi saat ini hanya fokus mengerjakan proyek carry over dari tahun lalu. Proyek baru masih ada namun menurutnya memiliki nilai relatif kecil.

Sementara itu, Dennies mengatakan sektor transportasi dan logistik mengalami perbaikan dalam satu bulan terakhir. Namun, kondisi itu menurutnya masih jauh dibandingkan dengan tahun lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur adhi karya wijaya karya waskita karya ptpp
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top