Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Optimisme Vaksin Dorong Laju Bursa AS di Awal Perdagangan

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) berupaya memperluas akses ke perawatan virus yang melibatkan plasma darah dari pasien yang telah sembuh dari Covid-19.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 24 Agustus 2020  |  21:20 WIB
Pedagang bekerja di lantai bursa New York Stock Exchange. -  Michael Nagle / Bloomberg
Pedagang bekerja di lantai bursa New York Stock Exchange. - Michael Nagle / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat mengikuti jejak penguatan bursa Eropa dan Asia di tengah ekspektasi percepatan pengembangan vaksin dan perawatan virus corona.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,7 persen atau 195,93 poin ke level 28.126,26 pada awal perdagangan Senin (24/8/2020), sedangkan indeks S&P 500 menguat 0,68 persen atau 23,2 poin ke level 3.420,36.

Indeks Nasdaq Composite menguat 0,63 persen atau 70,83 poin ke level 11.382,63, menembus ke level tertinggi sepanjang masa.

Saham AstraZeneca Plc naik sebanyak 4,2 persen dan saham sektor transportasi termasuk American Airlines Group Inc. dan United Airlines Holdings Inc. menguat.

Sentimen pasar didukung oleh berita akhir pekan lalu bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) berupaya memperluas akses ke perawatan virus yang melibatkan plasma darah dari pasien yang telah sembuh dari Covid-19.

Secara terpisah, Financial Times melaporkan bahwa pemerintahan Trump tengah mempertimbangkan apakah akan melewati standar peraturan untuk mempercepat proyek pengembangan vaksin.

Bursa AS mengikuti laju bursa Asia yang mendapat dorongan setelah laporan bahwa pejabat Gedung Putih telah meyakinkan bisnis di AS bahwa larangan pada aplikasi WeChat tidak akan seluas yang dikhawatirkan. Saham Tencent Holdings Ltd. melonjak ke tertinggi dalam sebulan terakhir menyusul berita ini.

Sementara itu, fokus investor pekan ini akan tertuju pada Simposium Kebijakan Ekonomi tahunan Federal Reserve yang diadakan di Jackson Hole, Wyoming. Gubernur The Fed Jerome Powell dijadwalkan akan berbicara pada hari Kamis mengenai tinjauan kerangka kebijakan moneter bank sentral.

“Kami berharap mendapatkan semacam petunjuk tentang kemana arah pandangan fundamental bank sentral. Ada banyak ekspektasi seputar hal itu,” kata analis valuta asing dan makroekonomi Barclays Plc, Marvin Barth, seperti dikutip Bloomberg.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top