Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Daftar Indeks FTSE Asia Pasific Dirombak, Simak Saham yang Keluar dan Masuk

Perubahan dalam semi annual review ini akan efektif pada 18 September 2020 (Jumat) atau 21 September 2020 (Senin). Sebanyak 15 saham domestik dimasukkan dan 6 saham dikeluarkan dalam semi annual review kali ini.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 24 Agustus 2020  |  11:34 WIB
Pengunjung melintas di depan papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/6/2020). Bisnis - Abdurachman
Pengunjung melintas di depan papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/6/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA — Penyedia data dan indeks pasar modal Financial Times Stock Exchange (FTSE) Russel kembali merombak daftar saham dalam indeks FTSE Global Equity Index Series Asia Pacific di luar Jepang dan China.

Perubahan dalam semi annual review ini akan efektif pada 18 September 2020 (Jumat) atau 21 September 2020 (Senin).

“Review ini masih akan direvisi hingga batas waktu 4 September 2020. Efektif pada 7 September 2020, semi annual review indeks merupakan hasil final,” tulis FTSE Russel dalam laporannya, Senin (24/8/2020).

Biasanya, perubahan semi annual review ini direvisi apabila terjadi perubahan yang substansial. Secara keseluruhan, sebanyak 15 saham domestik dimasukkan dan 6 saham dikeluarkan dalam semi annual review kali ini.

Berikut rincian perombakan saham-saham Indonesia dalam indeks FTSE Russel:

  • Untuk saham berkapitalisasi besar (large cap), tidak ada saham domestik yang dimasukkan. Di sisi lain, saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) terdepak dan masuk ke saham berkapitalisasi menengah (mid cap).
  • Di kelompok mid cap, saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) menjadi pendatang baru sementara saham PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) terdepak dan masuk ke kelompok saham berkapitalisasi kecil.
  • Selanjutnya kelompok saham kapitalisasi kecil (small cap), terdapat satu saham baru yang dimasukkan yaitu saham PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA).

Saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP), PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN), dan PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk. (BEST) dikeluarkan kategori small cap dan masuk ke dalam kelompok saham mikro (micro cap).

SIMP, APLN, dan BEST bergabung bersama pendatang baru di kelompok micro cap yaitu PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF), PT DMS Propertindo Tbk. (KOTA), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA), PT Selamat Sempurna Tbk. (SMSM).

Penghuni micro cap dalam indeks FTSE Global Equity Index Series Asia Pacific ex Japan ex China antara lainPT Jaya Real Property Tbk. (JRPT), PT Kino Indonesia Tbk. (KINO), PT Semen Baturaja (Persero) Tbk. (SMBR), PT Indofarma Tbk. (INAF), dan PT Blue Bird Tbk. (BIRD).

Selanjutnya  PT Hexindo Adiperkasa Tbk. (HEXA), PT Integra Indocabinet Tbk. (WOOD), PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL), dan PT Delta Dunia Makmur Tbk. (DOID). \

Adapun saham yang terdepan adalah  PT Uni-Charm Indonesia Tbk. (UCID), PT Samindo Resources Tbk. (MYOH), PT Indomobil Sukses International Tbk. (IMAS), PT Voksel Electric Tbk. (VOKS), PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA), dan PT Sky Energy Indonesia Tbk. (JSKY) 

Adapun, saham TOWR juga masuk ke dalam FTSE All-World (LM) dan bersama MIKA masuk ke dalam kelompok FTSE All-Cap (LMS).

Di lantai bursa, hingga penutupan sesi pertama perdagangan, saham TOWR menguat 1,42 persen ke level Rp1.070 dan MIKA sempat menyentuh level tertinggi Rp2.380.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham indeks saham
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top