Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produksi APD, Pan Brothers (PBRX) Belum Targetkan Tambahan Belanja Modal

Dalam dua tahun terakhir, perseroan memfokuskan diri menambah kapasitas melalui otomatisasi, digitalisasi dan upskilling seluruh lini personal yang ada.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 12 Agustus 2020  |  20:35 WIB
Embroidery Process. Pan Brother
Embroidery Process. Pan Brother

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten garmen dan tekstil PT Pan Brothers Tbk. (PBRX) menargetkan tidak akan menambah belanja modal atau capital expenditure dikarenakan pivoting berupa produksi alat pelindung diri dan masker pada tahun ini.

Wakil Direktur Utama Pan Brothers Anne Patricia Sutanto mengatakan dalam dua tahun terakhir, perseroan memfokuskan diri menambah kapasitas melalui otomatisasi, digitalisasi dan upskilling seluruh lini personal yang ada.

“Sebenarnya setiap tahun itu kita ada capex US$10 juta sampai US$15 juta untuk upgrade otomatisasi maupun digitalisasi dan perombakan pabrik untuk memastikan pabrik kita aman,” ujarnya dalam pertemuan pers virtual, Rabu (12/8/2020).

Dijelaskannya, sampai dengan Juni 2020, realisasi belanja modal adalah sebesar US$3,3 juta. Di sisi lain, kapasitas terpasang perseroan untuk garmen pada tahun 2019 adalah sebesar 117 juta pieces per tahun dan ditargetkan akan bertumbuh menjadi 130 juta pieces per tahun pada tahun 2021.

Bagi Anne, memproduksi isolation gown atau hazmat bukanlah hal yang baru bagi perseroan sehingga perseroan harus mengalokasikan tambahan belanja modal pada tahun ini. Hal ini dikarenakan perseroan memang fokus pada penjualan jaket dan outerwear untuk beberapa brand internasional.

“Dan kita lagi mempersiapkan bulan Oktober onwards kita sudah bisa supply surgical wear. Divisi health dan medical wear diharapkan di kemudian hari kita punya satu pabrik yang sebagian dari linenya lebih grade yang lebih tinggi yaitu surgical wear karena pasarnya juga besar bukan hanya sepanjang pandemi,” terangnya. 

Perseroan menyadari kinerja perseroan terbilang unggul di antara emiten garmen dan tekstil lain yang tercatat di papan bursa hal dikarenakan manajemen berfokus pada penjualan barang bernilai tambah yang dihubungkan dengan penjualan ekspor yang stabil dan pivoting ke produksi APD dan masker. Sebagai gambaran, Pan Brothers mengantongi penjualan US$326,20 juta, bertumbuh 14,54 persen dari US$284,79 juta periode yang sama tahun lalu. Walhasil, perseroan berhasil mencetak laba bersih US$12,07 juta per 30 Juni 2020, naik 42,55 persen dari periode akhir semester I/2019.

Penjualan ekspor menjadi kontributor terbesar perseroan dengan pertumbuhan 6,89 persen secara year on year (yoy) menjadi US$285,81 juta per 30 Juni 2020. Dari penjualan lokal atau domestik, emiten berkode saham PBRX itu melaporkan realisasi penjualan US$41,06 juta per akhir semester I/2020. Pencapaian itu tumbuh 131,98 persen dibandingkan dengan US$17,70 juta periode 30 Juni 2019.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

belanja modal pan brothers
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top