Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

China Siap Borong CPO, Harga Terus Meroket

Sejak menyentuh level terenda pada awal Mei 2020, harga CPO telah merangkak naik sekitar 39,64 persen. Permintaan dari China meningkat seiring dengan pasokan kedelai yang terganggu akibat banjir.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 06 Agustus 2020  |  18:30 WIB
Pekerja mengangkat buah sawit yang dipanen di Kisaran, Sumatera Utara, Indonesia. - Dimas Ardian / Bloomberg
Pekerja mengangkat buah sawit yang dipanen di Kisaran, Sumatera Utara, Indonesia. - Dimas Ardian / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - China diyakini siap membeli lebih banyak minyak sawit atau crude palm oil (CPO) di sisa tahun ini yang dapat menopang permintaan global dan mendukung komoditas itu melanjutkan tren bullish.

Strategist Eastport Maritime Singapura Andrew Shipley mengatakan bahwa hujan deras dan banjir dalam beberapa pekan terakhir di beberapa bagian China Selatan telah mengganggu laju transportasi pengangkutan kedelai dan mengurangi ketersediaan minyak nabati di Negeri Panda itu. Hal itu pun akan mendorong China meningkatkan impor minyak sawit sebagai alternatif dari keterbatasan persediaan.

"Permintaan CPO untuk September tampaknya masih akan sehat, karena China dapat melakukan restocking menjelang perayaan pertengahan Musim Gugur dan Golden Week pada Oktober,” tulis Shipley seperti dikutip dari publikasi risetnya, Kamis (6/8/2020).

Adapun, impor minyak sawit China masih berada di jalur kenaikan sepanjang kuartal II/2020 seiring dengan pelonggaran pembatasan sosial akibat Covid-19 yang berhasil meningkatkan permintaan. Impor minyak sawit China tercatat naik 20 persen secara month on month (mom) pada Juni 2020, menjadi lebih dari 590.000 ton.

Sementara itu, berdasarkan data Malaysian Palm Oil Council (MPOC) persediaan minyak sawit China pada Juni 2020 berada di posisi 482.900 ton, anjlok 36,1 persen secara year on year (yoy) dan melemah 8,3 persen dari bulan sebelumnya.

Sentimen itu pun berhasil membuat harga CPO berjangka membalik keadaan setelah sempat melemah pada perdagangan Rabu (5/8/2020) karena sentimen produksi minyak kedelai Brazil yang lebih tinggi daripada ekspektasi pasar.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Kamis (6/8/2020) hingga pukul 15.03 WIB harga CPO berjangka untuk kontrak Oktober 2020 di bursa Malaysia berada di level 2.763 ringgit per ton. Harga CPO berhasil menguat 1,69 persen atau 46 poin.

Sejak menyentuh level terendahnya pada awal Mei 2020, harga CPO telah pulih sekitar 39,64 persen. Harga CPO saat ini pun semakin dekat dengan level perdagangannya pada awal tahun ini di 2.780 ringgit per ton.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china malaysia harga cpo
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top