Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasar Saham Belum Pulih Benar, OJK Pertahankan Aturan Pandemi

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan kondisi pasar saham saat ini belum sepenuhnya pulih kendati indeks harga saham gabungan (IHSG) telah bangkit dari level terendahnya.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 04 Agustus 2020  |  11:52 WIB
Pengunjung melihat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/8/2020). Pada penutupan perdagangan awal pekan, IHSG ditutup melemah 2,78 persen atau 143,4 poin ke level 5.006,22. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung melihat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/8/2020). Pada penutupan perdagangan awal pekan, IHSG ditutup melemah 2,78 persen atau 143,4 poin ke level 5.006,22. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut regulasi di pasar modal yang diterapkan pada masa pandemi Covid-19 belum akan diubah dalam waktu dekat, seperti aturan jam perdagangan dan batasan auto reject bawah (ARB).

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan kondisi pasar saham saat ini belum sepenuhnya pulih kendati indeks harga saham gabungan (IHSG) telah bangkit dari level terendahnya.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 1,13 persen ke level 5.062 pada akhir perdagangan sesi I Selasa (4/8/2020). Sejak menyentuh titik terendah pada level 3.937 pada 24 Maret 2020, indeks telah menguat 28,57 persen.

“Indeks kita masih 5.000, padahal sebelumnya 6.000, sehingga kami masih memberi ruang sampai [pasar] benar-benar recover. [Aturan saat ini] supaya volatilitas tidak terlalu besar,” kata Wimboh melalui konferensi pers virtual, Selasa (4/8/2020).

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen menambahkan bahwa otoritas masih terus memantau perkembangan sejumlah kebijakan yang diluncurkan untuk industri pasar modal pada masa pandemi.

“Kebijakan itu masih akan tetap seperti ini dulu sambil kita melihat ke depan, apakah perlu kebijakan baru atau kembali ke normal,” tutur Hoesen.

Adapun beberapa kebijakan yang akan diambil ke depannya, lanjut Hoesen, akan berkaitan erat dengan perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia.

Dalam rangka menahan volatilitas tinggi di pasar modal akibat Covid-19, OJK telah mengeluarkan sejumlah perubahan dan relaksasi aturan mulai dari perubahan jam perdagangan hingga batasan auto reject bawah.

Pada Maret 2020, OJK meminta Bursa Efek Indonesia mempersingkat jam perdagangan. Untuk sesi pertama berlangsung dari pukul 09.00 WIB hingga 11.30 WIB. Sesi kedua dilanjutkan pukul 13.30 WIB hingga 15.00 WIB. 

Selanjutnya, Electronic Trading Platform (ETP) berlangsung pukul 09.00 WIB sampai dengan 15.00 WIB. Adapun, Penerima Laporan Transaksi Efek (PLTE) dijadwalkan pada pukul 09.30 WIB hingga 15.00 WIB. 

Dari sisi perdagangan, BEI juga mengubah batasan auto reject bawah (ARB) menjadi 7 persen untuk semua kelompok harga saham. Pelaksanakan trading halt atau pembekuan sementara perdagangan juga dilakukan apabila IHSG terkoreksi 5 persen dalam satu hari perdagangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia otoritas jasa keuangan
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top