Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Data Manufaktur Eropa Redam Sentimen Covid-19, Wall Street Dibuka Menguat

Tiga indeks saham acuan di bursa Amerika Serikat kompak menguat lebih dari 0,5 persen pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin (3/8/2020).
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 03 Agustus 2020  |  21:03 WIB
Wall Street. - Bloomberg
Wall Street. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa saham Amerika Serikat menguat mengikuti tren serupa di Bursa Eropa. Data ekonomi terbaru memberikan harapan dan mengimbangi tekanan dari sentimen pandemi Covid-19.

Dilansir dari Bloomberg, saham-saham teknologi kembali memimpin penguatan indeks S&P500. Di antara saham teknologi tersebut, Microsoft melejit 3,5 persen. 

Walhasil, indeks S&P melaju di jalur hijau dengan penguatan 0,56 persen. Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average terpantau naik 0,55 persen. Indeks Nasdaq Composite juga langsung tancap gas dengan penguatan 1,14 persen.

Sementara di Benua Biru, indeks Stoxx 600 yang berisi saham-saham unggulan di Eropa naik 1,7 persen. Indeks acuan Eropa menuju lompatan terbesar dalam dua minggu karena saham otomotif dan teknologi mendapat angin segar dari data manufaktur Eropa. 

Untuk diketahui, indeks PMI manufaktur Eropa mencapai level ekspansif untuk pertama kalinya dalam satu setengah tahun. Data ini juga yang membuat indeks Stoxx langsung menguat 0,7 persen di awal perdagangan beberapa jam lalu.

Kenaikan indeks saham ini tepat empat bulan setelah menyentuh titik nadir.Di sisi lain, jumlah infeksi virus corona (Covid-19) terus bertambah. Secara global setiap empat hari ada 1 juta kasus baru.

Beberapa negara juga dilanda demonstrasi yang menginginkan pembukaan kembali kegiatan sosial dan perekonomian seperti di Jerman. Pelaku pasar juga tenah menunggu langkah stimulus baru yang perlu melewati gedung Kongres AS. 

Kinerja saham secara global disebut mulai rebound memasuki Agustus 2020. Head of fixed income at UBS Asset Management Australia mengatakan Agustus akan menjadi momentum pemulihan bagi pasar saham. 

"Tapi ini membutuhkan dukungan moneter dan fiskal  yang berkelanjutan. Butuh waktu lama untuk kembali ke posisi semula [sebelum pandemi]," ujarnya seperti dikutip dari Bloomberg.

Ketegangan antara AS dan China terus saja muncul dan siap menjegal optimisme di pasar saham. Pemerintahan Trump mengumumkan bakal melakukan tindakan terhadap perangkat lunak milik China yang dianggap menimbulkan risiko keamanan.

Di Jepang dan China, pasar saham mendapat katalis positif karena pelaku pasar berharap saham-saham teknologi yang tercatat di bursa mendapat dukungan dari Beijing untuk menghadapi ancaman AS. 

Saham

  • Indeks S&P500 dibuka menguat 0,5 persen
  • Indeks Stoxx 600 naik 1,7 persen
  • Indeks MSCI Asia PAsific naik 0,2 persen

Mata Uang

  • Bloomberg Dollar Spot Index menguat 0,6 persen
  • Euro turun 0,6 persen
  • Pound Inggris turun 0,3 persen menjadi $1,3043
  • Yen Jepang melemah 0,4 persen menjadi 105,79 dolar

Obligasi

  • Imbal hasil obligasi 10 tahun AS naik 4 bps menjadi 0,56 persen
  • Imbal hasil obligasi 10 tahun Inggris naik 1 bps menjadi 0,11 persen

Komoditas

  • Minyak mentah WTI naik 1,4 persen menjadi US$40,49
  • Emas melemah 0,4 persen menjadi US$1.967,80per troy ounce.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa eropa wall street covid-19

Sumber : Bloomberg

Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top