Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Berpotensi Bergerak di Zona Hijau, Ini Rekomendasi Saham MNC Sekuritas

MNC Sekuritas mengatakan selama IHSG tidak terkoreksi di bawah 5,030, maka IHSG masih berada pada bagian dari wave [c] dari wave 5.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 03 Agustus 2020  |  06:57 WIB
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (17/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (17/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – MNC Sekuritas memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak ke zona hijau.

Dalam laporan hariannya, Tim Riset MNC Sekuritas mengatakan, pergerakan IHSG pada Jumat (30/7/2020) menguat sebesar 0,7 persen ke 5.149 dan berada diatas MA5 dan MA20.

Pada perdagangan hari ini, Senin (3/8/2020), MNC Sekuritas mengatakan selama IHSG tidak terkoreksi di bawah 5,030, maka IHSG masih berada pada bagian dari wave [c] dari wave 5.

Apabila IHSG mampu menembus level resistance di kisaran 5.150 - 5.160, maka IHSG kemungkinan dapat menembus posisi 5.200.

Meskipun demikian, apabila IHSG menembus level support terdekatnya di kisaran 5,030, maka IHSG kemungkinan akan menguji level 4.950 -5.000

Level support IHSG yang ditetapkan MNC Sekuritas hari ini berada di level 5.070 dan 4.982 sementara resistance pada kisaran 5.160, hingga 5.220.    

Sementara itu, MNC Sekuritas juga merekomendasikan trading buy dan sell untuk sejumlah saham. Berikut adalah penjelasannya:

 

UNVR - Buy on Weakness (Rp8.400)

Pergerakan UNVR kemarin (30/7), ditutup menguat 1,8 persen ke level Rp8.400 disertai dengan tekanan beli yang besar. Kami memperkirakan saat ini UNVR sedang berada di awal wave C, sehingga penguatan UNVR masih dapat berlanjut.

Buy on Weakness: Rp8.250-Rp8.400

Target Price: Rp8.700, Rp9.000

Stop loss: below Rp7.975

 

EXCL - Spec Buy (Rp2.500)

EXCL kembali ditutup terkoreksi 1,6 persen ke level Rp2.500 dengan volume yang lebih tinggi dibandingkan hari sebelumnya. Kami memiliki dua skenario untuk pergerakan EXCL, dimana pada skenario merah pergerakan EXCL selanjutnya hanya akan menguat dalam jangka pendek saja. Namun, apabila EXCL mampu menguat menembus Rp2.920, maka target penguatan EXCL akan cenderung lebih jauh untuk membentuk awal dari wave (C).

Spec Buy: Rp2.470-Rp2.500

Target Price: Rp2.700, Rp3.000

Stop loss: below Rp2.380

 

BBCA - Buy on Breakout (Rp31.200)

Pekan lalu (30/7), BBCA bergerak menguat 1,7 persen ke level Rp31.200 disertai tekanan beli yang cukup besar, BBCA pun ditutup diatas MA20 dan MA200. Kami memperkirakan pergerakan BBCA masih berpeluang menguat untuk membentuk wave v dari wave (iii) dari wave [iii] dari wave C, terlebih apabila BBCA mampu menembus Rp31.250.

Buy on Breakout: Rp31.250

Target Price: Rp31.750, Rp32.500

Stop loss: below Rp30.000

 

LSIP - Sell on Strength (Rp990)

LSIP ditutup terkoreksi ke level Rp990 pada perdagangan lalu (30/7). Selama LSIP belum mampu menembus resistancenya di level Rp1.030, maka LSIP kami perkirakan sedang membentuk wave (b) pada skenario merah atau wave (B) pada skenario biru apabila ternyata LSIP menembus level supportnya di Rp840. Adapun level koreksi LSIP kami perkirakan berada pada area Rp950 dan idealnya berada pada area Rp750.

Sell on Strength: Rp990-Rp1.010

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Indeks BEI IHSG rekomendasi saham
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top