Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sempat Turun, Mayora (MYOR) Incar Pertumbuhan Penjualan Semester II

Mayora Indah melaporkan realisasi penjualan bersih Rp11,08 triliun per 30 Juni 2020. Pencapaian itu turun 8,10 persen dari Rp12,05 triliun periode yang sama tahun lalu.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 01 Agustus 2020  |  11:19 WIB
Direktur Utama PT Mayora Indah Tbk. Andre Sukendra Atmadja (kedua kiri) berbincang dengan Direktur Hendarta Atmadja (dari kiri), Komisaris Hermawan Lesmana dan Komisaris Gunawan Atmadja seusai paparan publik di Tangerang, Banten, Rabu (14/6). - JIBI/Abdullah Azzam
Direktur Utama PT Mayora Indah Tbk. Andre Sukendra Atmadja (kedua kiri) berbincang dengan Direktur Hendarta Atmadja (dari kiri), Komisaris Hermawan Lesmana dan Komisaris Gunawan Atmadja seusai paparan publik di Tangerang, Banten, Rabu (14/6). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten konsumer PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) menargetkan penjualan pada semester II/2020 dapat bertumbuh.

Mayora Indah termasuk salah satu emiten fast moving consumer goods (FMCG) yang beruntung dapat mencatatkan pertumbuhan laba bersih di tengah pandemi Covid-19.

Sebagai gambaran, perusahaan FMCG besar lainnya seperti PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) dan PT Kino Indonesia Tbk. (KINO) mencatatkan penurunan laba bersih masing-masing 2,1 persen dan 67,52 persen secara tahunan.

Mayora Indah melaporkan realisasi penjualan bersih Rp11,08 triliun per 30 Juni 2020. Pencapaian itu turun 8,10 persen dari Rp12,05 triliun periode yang sama tahun lalu.

Kontribusi penjualan terbesar perseroan berasal dari domestik senilai Rp6,88 triliun disusul ekspor Rp4,20 triliun. Jumlah yang dibukukan mengalami penurunan secara tahunan baik di dalam maupun ke luar negeri.

Total laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp938,47 miliar pada semester I/2020. Pencapaian itu naik 16,22 persen dari Rp807,48 miliar per 30 Juni 2019.

“Semester kedua kita harapkan sudah bisa tumbuh penjualannya,” ujar Direktur Keuangan Mayora Hendrik Polisar kepada Bisnis.com.

Hendrik juga menyatakan pertumbuhan laba disebabkan oleh berbagai hal, seperti penghematan bunga dan laba kurs.

Untuk diketahui, produsen biskuit dengan jenama Roma tersebut membukukan laba selisih kurs mata uang asing bersih Rp126,22 miliar per 30 Juni 2020. Posisi itu berbalik dari rugi Rp103,86 miliar periode yang sama tahun lalu.

Sementara, perseroan telah berhasil menekan utang bank jangka pendek hingga 50 persen menjadi Rp50 miliar dan pinjaman bank jangka panjang hingga 25,29 persen menjadi Rp2,12 triliun.

Sebelumnya, lembaga pemeringkat Fitch mempertahankan peringkat jangka panjang ‘AA’ untuk Mayora dengan proyeksi stabil.

Analis memprediksi penurunan penjualan ekspor dapat diimbangi dengan penjualan domestik yang lebih tinggi karena produk Mayora yang terdiversifikasi dengan baik, merek yang kuat, dan dapat memimpin pasar.

Mayora juga telah mempertahankan kas mata uang asing, sebagian besar dalam dolar AS dengan fasilitas lindung nilai dari pendapatannya. Perseroan, diketahui, menghasilkan lebih dari 40 persen dari total pendapatan tahunan dari penjualan ekspor, yang menutup sekitar 30 persen dari impor bahan baku dengan mata uang dolar AS.

“Bahan baku adalah komponen terbesar dari biaya Mayora, yang merupakan 53 persen dari pendapatan pada tahun 2019. Mayora memiliki kas US$163 juta (sekitar 74 persen dari total kas) pada 31 Maret 2020,” imbuh analis.

Walhasil, Fitch percaya aset bersih mata uang asing dan pemulihan volume penjualan ekspor pada semester II/2020 akan terus membantu Mayora mengendalikan fluktuasi mata uang asing.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten penjualan mayora
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top