Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jangan Lengah! Harga Emas Siap Tembus US$1.900

Harga emas diperdagangkan di kisaran level US$1.900, selangkah lebih dekat dengan rekor level tertinggi sepanjang masa yang dicatatkan hampir sembilan tahun lalu.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 24 Juli 2020  |  15:33 WIB
Harga emas - Reuters
Harga emas - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas diperdagangkan di kisaran level US$1.900, selangkah lebih dekat dengan rekor level tertinggi sepanjang masa yang dicatatkan hampir sembilan tahun lalu.

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas Comex kontrak Agustus 2020 terpantau menanjak 5,60 poin atau 0,30 persen ke level US$1.895,60 per troy ounce pada perdagangan Jumat (24/7/2020) pukul 14.59 siang WIB.

Harga emas melaju menuju kenaikan mingguan ketujuh beruntun, reli terpanjang sejak 2011 sekaligus semakin mendekati rekor level tertinggi US$1.923,70 pada September 2011.

Tanda-tanda dampak negatif pandemi Covid-19 yang berkepanjangan terhadap pemulihan ekonomi berikut meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan China telah mendukung permintaan untuk logam mulia ini.

Pemerintah China akhirnya mewujudkan ancamannya. Pemerintahan Presiden Xi Jinping memerintahkan Amerika Serikat untuk menutup kantor konsulat AS di kota barat daya Chengdu.

Langkah balasan ini direalisasikan hanya berselang sekitar 48 jam setelah tersiar informasi bahwa pemerintah AS memerintahkan China untuk menutup kantor konsulatnya di Houston.

“Tindakan yang diambil oleh China adalah respons yang sah dan perlu atas tindakan yang tidak bisa dibenarkan dari AS,” papar Kementerian Luar Negeri China dalam sebuah pernyataan pada Jumat (24/7/2020), seperti dilansir Bloomberg.

Kementerian Luar Negeri China mengatakan bahwa pihaknya telah membuat tuntutan khusus atas penghentian semua operasi dan agenda oleh kantor konsulat AS.

“Situasi saat ini dalam hubungan China-AS bukanlah yang diinginkan China untuk dialami, dan AS bertanggung jawab atas semua ini,” lanjut Kemenlu China pada Jumat.

Penutupan tersebut merupakan salah satu ancaman terbesar dalam beberapa tahun terakhir terhadap hubungan antara AS dan China, yang telah memburuk dalam beberapa bulan terakhir karena berbagai isu mulai dari perdagangan hingga penanganan pandemi Covid-19.

Di samping sentimen tersebut, pelemahan dolar AS, suku bunga yang rendah, dan ketidakpastian geopolitik telah menempatkan emas di jalur untuk kenaikan tahunan terbesar dalam satu dekade.

UBS Group AG menaikkan proyeksi jangka pendek bagi emas untuk mencapai level US$2.000 per troy ounce pada akhir September.

“Ketika suku bunga nol atau mendekati nol, maka emas adalah media yang menarik untuk dimiliki karena Anda tidak perlu khawatir tidak mendapatkan bunga pada emas. Anda melihat harga emas akan naik karena ketidakpastian di pasar meningkat,” ujar co-founder Mobius Capital Partners Mark Mobius.

“Saya akan membeli [emas] sekarang dan terus membeli, karena emas benar-benar sedang melaju dan tampak berjalan baik,” tambahnya, dilansir dari Bloomberg.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini harga emas comex
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top