Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wijaya Karya (WIKA) Punya Rencana Ini Setelah Dana Pemerintah Cair

WIKA mengharapkan pencairan dana dapat dilakukan segera pada 2020 atau paling lambat kuartal IV/2020.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 17 Juli 2020  |  14:05 WIB
GEDUNG BUMN WIJAYA KARYA. Emiten kontraktor pelat merah bersandi saham WIKA itu merupakan salah satu perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) yang akan menerima pencairan utang pemerintah. Bisnis - Arief Hermawan P
GEDUNG BUMN WIJAYA KARYA. Emiten kontraktor pelat merah bersandi saham WIKA itu merupakan salah satu perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) yang akan menerima pencairan utang pemerintah. Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. mengharapkan pencairan utang pemerintah dapat dilakukan segera atau paling lambat kuartal IV/2020.

Emiten kontraktor pelat merah bersandi saham WIKA itu merupakan salah satu perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) yang akan menerima pencairan utang pemerintah. Perseroan akan menerima dana pemerintah senilai Rp59,91 miliar.

Direktur Keuangan Wijaya Karya Ade Wahyu mengatakan utang pemerintah senilai Rp59 miliar berasal dari dana talangan atas pembebasan lahan jalan tol yang dilakukan oleh perseroan. WIKA mengharapkan pencairan dana dapat dilakukan segera pada 2020 atau paling lambat kuartal IV/2020.

Ade mengatakan pencairan dana talangan itu akan berdampak positif kepada perseroan. WIKA juga telah memiliki rencana penggunaan.

“Dananya akan digunakan untuk tambahan modal kerja perseroan,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (16/7/2020).

WIKA masih memiliki kontrak dihadapi atau order book senilai Rp80,71 triliun hingga Mei 2020. Dengan demikian, perseroan masih bisa terus melakukan produk dengan modal kontrak yang sudah ada hingga 2022.

Di sisi lain, WIKA mengklaim rasio keuangan masih sehat. Rasio kemampuan kas untuk membayar utang jangka pendek atau debt service coverage ratio (DSCR) 2,18 kali pada kuartal I/2020.

Selain itu, interest coverage ratio masih pada kisaran 3,18 kali. Artinya, laba sebelum pajak dan bunga WIKA 3,18 kali lebih besar dari beban bunga yang harus dibayar.

Sebelumnya, Sekretaris Wijaya Karya Mahendra Vijaya menyampaikan perseroan juga akan mempertajam fokus rencana proyek-proyek investasi pada tahun ini.

Dia mengatakan investasi akan difokuskan pada proyek yang memiliki payback period dan internal rate of return (IRR) tinggi.

“Sasaran kami masih sektor energi dan industri, sekitar 50 persen sampai 60 persen. Dua sektor ini lebih menjanjikan untuk investasi. Sisanya, baru ke infrastruktur dan properti,” katanya.

Pada tahun ini Wijaya Karya menargetkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp11,5 triliun. Adapun dari sisi kontrak baru, perseroan menargetkan pertumbuhan sedikitnya Rp65 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN wijaya karya dana talangan
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top