Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pefindo: Sektor Perbankan Paling Stabil saat Pandemi Covid-19

Sektor perbankan dianggap paling stabil di antara perusahaan sektor jasa keuangan lainnya pada masa pandemi.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 16 Juli 2020  |  16:37 WIB
Jajaran Komisaris dan Direksi Pefindo setelah pelaksanaan RUPST 2020 dari kiri ke kanan ; Bambang Indiarto (Komisaris), Iqbal Latanro (Komisaris), Sjamsul Arifin (Komisaris Utama), Salyadi Saputra (Direktur Utama), Hendro Utomo (Direktur Pemeringkatan) dan Ignatius Girendroheru (Direktur Kepatuhan). Istimewa
Jajaran Komisaris dan Direksi Pefindo setelah pelaksanaan RUPST 2020 dari kiri ke kanan ; Bambang Indiarto (Komisaris), Iqbal Latanro (Komisaris), Sjamsul Arifin (Komisaris Utama), Salyadi Saputra (Direktur Utama), Hendro Utomo (Direktur Pemeringkatan) dan Ignatius Girendroheru (Direktur Kepatuhan). Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyebut hanya sektor perbankan yang dapat stabil pada masa pandemi Covid-19 dibandingkan perusahaan jasa keuangan lainnya.

Adapun, Pefindo telah menurunkan sejumlah rating dan outlook perusahaan di sektor jasa keuangan sejak awal tahun. Pasalnya, pandemi Covid-19 menyebabkan likuiditas di perusahaan-perusahaan tersebut tertekan.

Danan Dito, Analis Divisi Pemeringkatan Jasa Keuangan Pefindo, menjelaskan bahwa sektor perbankan dianggap paling stabil di antara perusahaan sektor jasa keuangan lainnya pada masa pandemi. Pasalnya, perbankan di Indonesia paling banyak mendapat bantuan likuiditas dari pemerintah.

“Perbankan ini kan masuk ke banyak sektor. Saat ini perbankan mendominasi, walaupun ada tekanan terhadap institusi tertentu, kami pandang masih cukup stabil,” kata Dito melalui konferensi pers virtual, Kamis (16/7/2020).

Dito menegaskan bahwa seluruh sektor jasa keuangan sebenarnya terdampak oleh pandemi. Mayoritas perusahaan mengalami penurunan likuiditas dari sisi arus kas. Hal itu melemahkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya, sehingga Pefindo menurunkan peringkat dan outlook-nya.

Berdasarkan data Pefindo per 13 Juli 2020, terdapat 7 perusahaan yang outlook-nya diturunkan sejak awal kuartal II/2020.

Adapun, hanya KB Finansial Multifinance yang mendapat kenaikan rating dan outlook menjadi AA- / Negative setelah akuisisi oleh Kookmin Card.

Dito menjelaskan bahwa aksi akuisisi itu akan mendorong likuiditas perseroan. Di saat bersamaan, perubahan pemegang saham juga memperkuat profil risiko KB Financial Multifinance ke depannya.

“Kami. masih konservatif melihat dampak Covid-19 ini ke depannya. Untuk kenaikan rating itu masih sangat minim dari sisi jasa keuangan. Kenaikan peringkat saat ini lebih didorong akuisisi,” jelas Dito.

Selain itu, perusahaan jasa keuangan yang terafiliasi dengan grup usaha juga disebut akan tahan banting selama masa pandemi ini. Diharapkan perusahaan induk bisa menjadi bantalan bagi anak-anak usahanya dari sisi permodalan.

Dari 53 publikasi peringkat yang dilakukan Pefindo pada kuartal II/2020, terdapat 21 peringkat AAA yang di dalamnya sebagian besar merupakan perusahaan yang masih tertopang oleh induk usaha.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan pefindo peringkat utang
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top