Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Live

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, 15 Juli 2020

Kemarin, Selasa (14/7/2020), nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah 25 poin atau 0,17 persen ke level Rp14.450 per dolar AS.
Aprianto Cahyo Nugroho dan Renat Sofie Andriani
Aprianto Cahyo Nugroho dan Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 15 Juli 2020  |  15:11 WIB
Karyawan menunjukan uang dolar Amerika Serikat (AS) di Jakarta, Rabu (27/5/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan menunjukan uang dolar Amerika Serikat (AS) di Jakarta, Rabu (27/5/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah diprediksi masih bergerak terbatas di kisaran Rp14.400 per dolar AS pada perdagangan Rabu (15/7/2020).

Kemarin, Selasa (14/7/2020), nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah 25 poin atau 0,17 persen ke level Rp14.450 per dolar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim menyampaikan dalam perdagangan Rabu rupiah kemungkinan masih akan bergejolak, tetapi dapat menutup perdagangan dengan penguatan tipis.

"Proyeksi rentang harga Rp14.420 - Rp14.480 per dolar AS," papar Ibrahim.

Dari sisi eksternal, pasar saat ini menghadapi ancaman dari memanasnya hubungan diplomatik antara Washington dan Beijing atas akses ke pasar keuangan AS, kebebasan sipil di Hong Kong, dan klaim teritorial di Laut Cina Selatan.

Administrasi Presiden AS Donald Trump berencana untuk segera membatalkan perjanjian 2013 antara AS dan otoritas audit China. Hal Ini bisa menjadi pertanda tindakan keras yang lebih luas terhadap perusahaan China yang terdaftar di pasar saham AS yang dikecam karena menghindari aturan pengungkapan A.S.

Selain itu, Amerika Serikat telah memperkuat sikapnya terhadap klaim China di Laut Cina Selatan dan sedang mengambil langkah-langkah untuk mengakhiri status hukum khusus Hong Kong sebagai protes terhadap hukum keamanan Beijing untuk bekas jajahan Inggris itu.

Pemerintah Singapura pagi melaporkan perekonomian mengalami kontraksi di kuartal II/2020 hingga -41,2 persen. Kontraksi pada periode April-Juni tersebut lebih buruk dari konsensus di Trading Economic sebesar -37,4 persen..

Memburuknya ekonomi Singapura akan berdampak terhadap perekonomian Indonesia yang selama ini merupakan mitra bisnis yang sangat strategis serta  penyumbang investasi terbesar di Indonesia.

"Ini akan berdampak terhadap perekonomian dalam negeri, bahkan ada kemungkinan PDB Indonesia mengalami kontraksi di kuartal II/2020," papar Ibrahim.

Simak pergerakan rupiah hari ini secara live.

15:08 WIB

Pukul 14.59 WIB: Rupiah Ditutup Melemah 137 Poin

Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah 137 poin atau 0,95 persen ke level Rp14.587 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah0,323 poin atau 0,34 persen ke level 95,936 pada ukul 14.56 WIB.

14:35 WIB

Pukul 14.30 WIB: Rupiah Melemah 145 Poin

Nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 145 poin atau 1 persen ke level Rp14.595 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dollar AS terpantau melemah 0,116 poin atau 0,12 persen ke level 96,143 pada pukul 14.24 WIB.

11:07 WIB

Pukul 11.04 WIB: Kurs Rupiah Melemah 117 Poin

Nilai tukar rupiah melemah 117 poin atau 0,81 persen ke level Rp14.567 per dolar AS, saat indeks dolar AS terkoreksi tipis 0,04 persen atau 0,035 poin ke posisi 96,224.

10:07 WIB

Pukul 10.04 WIB: Kurs Rupiah Melemah Tajam

Nilai tukar rupiah melemah tajam 105 poin atau 0,73 persen ke level Rp14.555 per dolar AS, saat indeks dolar AS turun tipis 0,07 persen atau 0,071 poin ke posisi 96,188.

09:03 WIB

Pukul 9.00 WIB: Kurs Rupiah Stagnan

Pergerakan nilai tukar rupiah terpantau dibuka stagnan di level Rp14.450 per dolar AS, saat indeks dolar AS melemah 0,14 persen atau 0,138 poin ke posisi 96,121.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah nilai tukar rupiah
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top