Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sejak Pandemi Covid-19, Penjualan Daring Erajaya (ERAA) Naik Signifikan

Perseroan membangun konsep O2O yang memberikan kesempatan kepada konsumen untuk mengambil atau dikirim barang dari toko.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 15 Juli 2020  |  15:56 WIB
Gerai Erafone. - erajaya.com
Gerai Erafone. - erajaya.com

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten ritel PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) menyatakan penjualan daring naik signifikan seiring dengan strategi bisnis perseroan dengan membangun konsep omni channel.

Konsep yang juga disebut O2O ini memberikan kesempatan kepada konsumen untuk mengambil atau dikirim barang dari toko.

Chief Executive Officer (CEO) Grup Erajaya Hasan Aula mengatakan pihaknya terus membangun kompetensi dan memberikan perhatian yang sama antara penjualan saluran daring dan fisik.

“Sejak Covid-19 dan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) berlaku, kami melihat ada peningkatan signifikan penjualan online atau mobile selling yang telah kita luncurkan,” ungkapnya kepada Bisnis, Rabu (15/7/2020).

Namun, sejak toko fisik perseroan dibuka, Hasan menyatakan efek penjualan daring sudah menunjukan proporsi baru atau kenormalan baru.

Terkait target kinerja keuangan kuartal kedua pada tahun 2020, Hasan menilai pihaknya tidak bisa memberikan proyeksi mengingat perseroan belum menghitung kinerja keseluruhan hingga akhir Juni. “Sebagai perusahaan publik, kami juga tidak bisa memberikan forward looking statement,” sambungnya,

Tahun ini, sambungnya, merupakan tahun yang berbeda dari biasanya, dimana ekonomi dunia terkena dampak dari Covid-19. Namun, terlepas dari kondisi pandemi, festive season, seperti Hari Raya Idul Fitri, tetap menjadi bagian penting dari kalender promosi tahunan bagi perseroan.

Sehingga, penawaran dan promo menarik diberikan perseroan kepada konsumen untuk meningkatkan permintaan selama periode tersebut.

“Di semester kedua tahun ini, kami akan terus memonitor perkembangan pasar terkait dengan kondisi pandemi saat ini, dan mendorong penjualan melalui inisiatif yang inovatif, program promosi yang tepat, dan peningkatan layanan pelanggan seperti layanan O2O & mobile selling untuk meningkatkan kepuasan pelanggan,” jelasnya.

Sebagai gambaran, hingga akhir Maret 2020, pemilik gerai Erafone tersebut membukukan laba bersih sebesar Rp102,7 miliar. Realisasi ini meningkat signifikan 116,78 persen dibandingkan perolehan tahun sebelumnya sebesar Rp47,38 miliar.

Kenaikan laba ini juga dikontribusikan oleh pertumbuhan penjualan sebesar 9,58 persen year-on-year menjadi Rp7,81 triliun pada triwulan pertama tahun ini.

Pendapatan perseroan pada kuartal ini didominasi oleh penjualan telepon seluler dan tablet sebesar 76,09 persen, voucher senilai 13,56 persen, dibarengi oleh aksesoris serta komputer dan peralatan elektronik sebesar 6,36 persen dan 3,99 persen dari total omzet.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten erajaya swasembada
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top