Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Positif Covid-19 Masih Terus Naik, Emas Bertahan di Atas US$1.800

Sepanjang tahun berjalan 2020, harga telah bergerak menguat hingga 19 persen dan sempat menyentuh level tertingginya sejak 2011 di US$1.820,6 per troy ounce.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 13 Juli 2020  |  16:11 WIB
Tumpukan emas batangan. - Bloomberg
Tumpukan emas batangan. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas bertahan di atas level US$1.800 per troy ounce seiring dengan dolar AS yang bergerak lebih rendah dan meningkatnya kekhawatiran pasar terkait lonjakan kasus positif Covid-19 di seluruh dunia.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Senin (13/7/2020) hingga pukul 14.33 WIB harga emas di pasar spot naik 0,5 persen ke level US$1.807,63 per troy ounce. Sementara itu, harga emas berjangka untuk kontrak Agustus 2020 di bursa Comex bergerak menguat 0,51 persen ke level US$1.811,1 per troy ounce.

Sepanjang tahun berjalan 2020, harga telah bergerak menguat hingga 19 persen dan sempat menyentuh level tertingginya sejak 2011 di US$1.820,6 per troy ounce. Adapun, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang utama bergerak melemah 0,17 persen ke level 96,492.

Emas masih menjadi aset investasi yang terus diburu investor seiring dengan meningkatnya jumlah kasus Covid-19. Berdasarkan data worldometer, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di seluruh dunia mencapai 13,04 juta orang dengan total kasus aktif sebesar 4,88 juta orang. Total penambahan kasus baru per Minggu (12/7/2020) mencapai 20.924 orang di seluruh dunia.

Data-data tersebut mencerminkan prospek pemulihan ekonomi global masih sangat tidak pasti dan membuka ruang penguatan lebih luas bagi emas sebagai aset investasi aman di tengah ketidakpastian.

Selain itu, emas juga mendapatkan katalis positif dari sentimen Presiden AS Donald Trump yang mengatakan belum lama ini bahwa pihaknya saat ini sedang tidak berpikir terkait negosiasi kesepakatan dagang fase kedua dengan China yang rencananya berlangsung pada akhir tahun ini.

Mengutip riset Indonesia Commodity  and Derivative Exchange (ICDX), pada pekan ini pasar akan fokus terhadap pertemuan bulanan sejumlah bank sentral di antaranya, Bank of Japan, Bank of Canada, dan European Central Bank.

Kendati ketiga bank sentral tersebut  diprediksi tidak akan melakukan pemangkasan suku bunga acuan lebih lanjut, pernyataan sikap bank sentral itu yang akan menjadi perhatian utama. Pasalnya untuk mewaspadai pemangkasan prospek ekonomi serta melihat proyeksi ketahanan ekonomi atas efek pandemi. Jika pernyataan ketiga bank sentral itu bernada dovish, akan membantu penguatan emas lebih lanjut.

Menurut ICDX, konsolidasi harga emas terlihat masih bertahan di sekitar zona US$1.800 per troy ounce, dengan support terdekatnya masih berada di area US$1.790 per troy ounce dan support terjauh harga emas berada di area US$1.785 per troy ounce hingga ke US$1.780 per troy ounce

Sementara itu, level resisten terdekat harga emas berada di area US$1.810 dengan zona resistance terjauhnya berada di areal US$1.815 per troy ounce hingga ke area US$1.830 per troy ounce.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top