Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Siap IPO Pekan Depan, Cek Profil 3 Emiten Baru di Bursa Efek Indonesia

Tiga emiten siap melakukan IPO pada pekan depan.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 05 Juli 2020  |  16:19 WIB
Papan elektronik menampilkan perdagangan harga saham di Jakarta, Senin (23/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Papan elektronik menampilkan perdagangan harga saham di Jakarta, Senin (23/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Tiga emiten baru siap melantai atau melakukan pencatatan perdana di Bursa Efek Indonesia pada pekan kedua Juli 2020.

Pekan lalu sekaligus menjadi pembuka semester II/2020, PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk. (EPAC) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (1/7/2020). Emiten yang bergerak di sektor industri dasar dan kimia itu resmi menjadi perusahaan tercatat ke-29 pada 2020.

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis hingga Minggu (5/7/2020), ada tiga calon emiten lagi yang menyusul EPAC pekan depan. Pertama, PT Pakuan Tbk. (UANG) yang dijadwalkan melakukan pencatatan atau listing pada Senin (6/7/2020).

Dalam penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), Pakuan menawarkan sebanyak 275 juta unit lembar saham. Harga penawaran saham perdana dibanderol Rp125 atau dengan total nilai penawaran umum perdana saham tersebut senilai Rp34,375 miliar.

Sebelum penawaran umum, PT Sawangan Investasi Indonesia menjadi pemegang saham mayoritas Pakuan dengan porsi kepemilikan 95,66 persen. Adapun, Badan Usaha Milik Daerah Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Raya memegang 1,44 persen.

Dilansir melalui laporan keuangan perseroan, Pakuan saat ini mengoperasikan Sawangan Golf Hotel & Resort. Fasilitas itu mengintegrasikan hotel, golf dan restoran, serta kolam renang di daerah Sawangan, Jawa Barat.

Pakuan mengakui pendapatan dari tiga sumber utama yakni pendapatan dari golf, pendapatan dari operasi hotel, dan pendapatan dari kolam renang. Perseroan mengungkapkan dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum perdana saham akan dipergunakan untuk menambah modal kerja proyek Sawangan Lake View.

Adapun, rincian penggunaan dana yakni Launching event dan promosi awal 4,70 persen, biaya pembangunan area komersial 25,39 persen, dan biaya pembangunan fasilitas penunjang 69,91 persen.

Emiten kedua yakni PT Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN) yang akan listing pada Selasa (7/7/2020). Perseroan menawarkan 900 juta lembar saham baru atau 18 persen dari jumlah seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO.

Harga penawaran perdana di banderol senilai Rp115. Dengan demikian, nilai penawaran umum perdana saham Pradiksi Gunatama senilai Rp115 miliar.

Pradiksi saat ini menjalankan usaha perkebunan kelapa sawit mencakup usaha perkebunan mulai dari kegiatan pengolahan, penyemaian, pembibitan, penanaman, pemeliharaan, dan pemanenan buah kelapa sawit. Adapun, kegiatan usaha penunjang yang dimiliki yakni konstruksi gedung industri serta aktivitas pelayanan kepelabuhanan laut.

Perseroan memiliki perkebunan sawit seluas 22.586 hektare (Ha) yang berlokasi di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Luas area tanam 12.869 Ha dengan tanaman yang telah menghasilkan seluas 11.669 Ha, tanaman belum menghasilkan 1.200 ha, tidak dapat ditanam 3.725 Ha, dan yang masih dapat dikembangkan 5.993 Ha.

Adapun, perseroan telah memiliki pabrik kelapa sawit (PKS) yang telah beroperasi sejak Agustus 2019. Kapasitas yang dimiliki sebesar 60 ton perjam dan dapat ditingkatkan menjadi 90 ton perjam atau setara sekitar kurang lebih 100.000 ton MKS per tahun.

Tidak sendirian, PGUN akan ditemani oleh PT Boston Furniture Industries Tbk. yang juga akan melantai perdana pada Selasa (7/7/2020). Emiten dengan kode saham SOFA itu membanderol harga Rp100 per lembar untuk 400 juta lembar saham yang ditawarkan melalui IPO.

Boston memiliki kegiatan usaha utama pengolahan mebel berbahan dasar kayu dan produk lainnya, berbahan dasar logam, serta distribusi dan penjualan mebel melalui perusahaan anak. Total aset yang dimiliki perseroan senilai Rp28,38 miliar per 31 Maret 2020.

Bersamaan dengan penerbitan saham baru, Boston juga menawarkan Waran Seri I yang menyertai penawaran umum sebanyak 400 juta Waran Seri I. Efek itu memberikan hak kepada pemegangnya untuk melakukan pembelian saham biasa atau nama yang bernilai nominal Rp10 setiap sahamnya dengan harga pelaksanaan Rp100.

Dengan demikian, hasil pelaksanan Waran Seri I secara keseluruhan adalah sebanyak-banyaknya. Pelaksanaan dapat dilakukan mulai dari 5 Januari 2021 hingga 6 Juli 2021.

Berikut rangkuman calon emiten yang akan melakukan pencatatan perdana di BEI pada Senin (6/7/2020) hingga Selasa (7/7/2020):

Calon Emiten Rencana Listing Pekan Kedua Juli 2020

Calon Emiten

Masa Penawaran Umum

Tanggal Pencatatan di BEI

Jumlah Saham yang Ditawarkan

Harga Penawaran

PT Pakuan Tbk. (UANG)

29 Juni 2020

6 Juli 2020

275 juta

Rp125

PT Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN)

30 Juni - 1 Juli 2020

7 Juli 2020

900 juta

Rp115

PT Boston Furniture Industries Tbk. (SOFA)

30 Juni — 1 Juli 2020

7 Juli 2020

400 juta

Rp100

 

Sumber : PT Bursa Efek Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia ipo aksi emiten
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top