Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rencana Pangkas Produksi, Saham Emiten Batu Bara Panaskan IHSG

Sektor saham pertambangan kembali memanas dengan menguat 0,48 persen pada awal perdagangan hari ini.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 02 Juli 2020  |  09:29 WIB
Angkutan batu bara berbasis rel di Sumatra Selatan. - ptba.co.id
Angkutan batu bara berbasis rel di Sumatra Selatan. - ptba.co.id

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten pertambangan batu bara menguat dan masuk ke jajaran top gainers pada awal perdagangan Kamis (2/7/2020).

Indeks harga saham gabungan (IHSG) tancap gas ke zona hijau pada awal Kamis (2/7/2020). Laju indeks menembus level resistan 4.944,573 dan menguat 0,60 persen hingga pukul 09:15 WIB.

Sebanyak 188 saham menghijau, 93 terkoreksi, dan 116 stagnan pada awal perdagangan. Total nilai transaksi di pasar reguler, negosiasi, dan tunai senilai Rp728,197 miliar.

Adapun, investor asing terpantau masih melakukan aksi jual. Total net sell senilai Rp15,06 miliar awal sesi perdagangan Kamis (2/7/2020).

Sektor saham pertambangan kembali memanas dengan menguat 0,48 persen. Sejumlah emiten produsen batu bara menguat awal perdagangan.

PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) menguat 3,10 persen ke level Rp7.475. Selanjutnya, PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) menguat 2,39 persen ke level Rp1.070.

Tidak ketinggalan, PT Indika Energy Tbk. (INDY) juga menguat 2,22 persen ke level Rp690. Emiten batu bara pelat merah, PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) juga menguat 0,48 persen ke level Rp2.100.

Seperti diketahui, Asosiasi pertambangan batu bara Indonesia (APBI) berencana memotong produksi 15 persen hingga 20 persen. Langkah itu untuk mencari keseimbangan harga yang tertekan akibat pandemi Covid-19.

Di sisi lain, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) optimistis target produksi batu bara 2020 tercapai meski permintaan menurun.

Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang memprediksi IHSG akan bergerak mixed dalam kisaran terbatas pada sesi Kamis (2/7/2020). Hal itu sejalan dengan turunnya DJIA sebesar 0,30 persen sementara EIDO mencetak penguatan 1,33 persen.

Edwin melaporkan harga penutupan komoditas cukup beragam. Minyak, emas, dan batu bara turun sebaliknya nikel, timah, dan CPO justru naik, sehingga berpotensi mempengaruhi komoditas tersebut dalam perdagangan Kamis (2/7/2020).

“Mengetahui cukup banyak sentimen positif penggerak IHSG maka ada peluang indeks bergerak mix dalam perdagangan Kamis ini ditengah secara valuasi banyak saham sangat menarik untuk dibeli,” ujarnya melalui riset harian, Kamis (2/7/2020).

Associate Direktur of Research and Investment Pilarmas Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan IHSG memiliki peluang bergerak variatif cenderung menguat berdasarkan analisis teknikal. Indeks diperkirakan akan diperdagangkan di level 4.890—4.952.

“Namun tetap harus hati hati, karena ada kemungkinan [IHSG] untuk berbalik arah dengan probabilitas yang cukup besar,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG batu bara emiten tambang
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top