Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Laju Tersendat, Bursa Asia Ditutup Bervariasi

Perdagangan saham di bursa Asia hari ini ditopang oleh sentimen rilis data keyakinan konsumen AS yang mengalami kenaikan terbesar sejak 2011 lalu.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 01 Juli 2020  |  14:38 WIB
Bursa Saham Korea Selatan. - Seong Joon Cho / Bloomberg
Bursa Saham Korea Selatan. - Seong Joon Cho / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah bursa Asia tidak mampu mempertahankan hasil positif pada pembukaan perdagangan di kuartal III/2020.

Dilansir dari Bloomberg,  Rabu (1/7/2020), beberapa bursa yang ditutup menguat adalah  S&P/ASX200 Australia yang naik 0,62  persen di level 5.934,40. Hasil ini diikuti oleh Hang Seng Hong Kong yang bergerak 0,52 persen ke zona hijau pada angka 24.427,19.

Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan yang sempat menguat pada pembukaan perdagangan ditutup terkoreksi 0,08 persen dan bertengger di level 2.106,70. Koreksi terbesar terjadi pada Topix Jepang yang jatuh 1,29 persen ke level 1.538,61.

Perdagangan hari ini ditopang oleh sentimen rilis data keyakinan konsumen AS yang mengalami kenaikan terbesar sejak 2011 lalu. Investor juga mencermati pemberlakuan UU Keamanan baru di Hong Kong yang dikeluarkan oleh China.

Selain itu, lonjakan kasus positif pandemi virus corona mengancam laju pemulihan ekonomi yang tengah berjalan. Ahli penyakit menular AS Anthony Fauci menyatakan, jumlah kasus positif dapat menembus angka 100.000 per hari apabila kebijakan yang dilakukan AS tidak berubah.

Di sisi lain, Gubernur The Fed Jerome Powell dalam pertemuannya dengan Kongres AS menekankan, pengendalian kasus positif virus corona amat vital guna menjaga pemulihan ekonomi dunia.

"Saat ini pasar memiliki optimisme cukup tinggi terkait pemulihan ekonomi yang membentuk pola V. Sehingga, apabila terjadi pembatalan pembukaan kegiatan ekonomi di beberapa negara bagian AS, akan terlihat dampak yang cukup  negatif di sisi ekonomi," jelas Chief Investment Strategist di Northern Trust, Jim McDonald.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top