Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Covid-19 Tembus 10 Juta, Harga Emas Diramal Bobol US$2.000

Harga emas merangkak menghampiri level US$1.800 per troy ounce seiring dengan meningkatnya permintaan untuk aset-aset safe haven di tengah kekhawatiran seputar lonjakan kasus Covid-19.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 29 Juni 2020  |  08:30 WIB
Emas batangan. - bloomberg
Emas batangan. - bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas merangkak menghampiri level US$1.800 per troy ounce seiring dengan meningkatnya permintaan untuk aset-aset safe haven di tengah kekhawatiran seputar lonjakan kasus Covid-19.

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas Comex kontrak Agustus 2020 naik 5,70 poin atau 0,32 persen ke level US$1.786 per troy ounce pada perdagangan hari ini, Senin (29/6/2020) pukul 7.41 pagi WIB, kisaran level tertinggi dalam lebih dari tujuh tahun.

Penguatan emas kontrak Agustus berlanjut setelah berakhir menguat 0,55 persen atau 9,70 poin ke level US$1.780,30 per troy ounce pada perdagangan Jumat (26/6/2020).

“Pekan yang baru, tetapi cerita lama yang sama untuk emas. Logam mulia itu memperoleh dukungan dalam bentuk kegelisahan baru tentang Covid-19,” kata Analis riset senior di FXTM Lukman Otunuga, dikutip dari Market Watch.

Investor juga mengalir deras ke dalam ETF (exchange-traded fund) yang didukung emas, dengan kepemilikan global mencapai level tertinggi sepanjang masa, seperti dilansir Bloomberg.

Daya tarik emas semakin menanjak setelah angka kematian menembus 500.000 orang di seluruh dunia dan kasus terkonfirmasi Covid-19 telah melampaui 10 juta, menurut data Johns Hopkins University.

Meningkatnya angka-angka tersebut seakan menjadi pengingat mengerikan bahwa pandemi paling mematikan di era modern ini berkembang lebih kuat dari sebelumnya.

Emas telah menguat sekitar 17 persen sepanjang tahun ini karena pemerintah dan bank-bank sentral seantero dunia menerapkan langkah-langkah stimulus untuk membantu ekonomi yang terpukul dampak pandemic Covid-19.

Investor semakin beralih ke emas sebagai alat penyimpan nilai kekayaan. Sejumlah bank termasuk Goldman Sachs Group Inc. kini memperkirakan harga emas akan mencapai rekor US$2.000 per troy ounce dalam 12 bulan.

Seiring dengan pergerakan emas Comex, indeks dolar AS, yang mengukur pergerakan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, terpantau naik tipis 0,02 persen atau 0,019 poin ke posisi 97,452 setelah berakhir di level 97,433 pada Jumat (26/6/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini harga emas comex covid-19
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top