Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BEI Sanksi Waterfront Sekuritas Indonesia, Kenapa?

Direktur Bursa Efek Indonesia Kristian S. Manullang dan Laksono W. Widodo mengumumkan pemberian sanksi peringatan tertulis dan denda sebesar Rp125 juta kepada Waterfront Sekuritas Indonesia.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 24 Juni 2020  |  14:35 WIB
Pegawai melintas di depan layar monitor perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (3/6/2020). Bisnis - Abdurachman
Pegawai melintas di depan layar monitor perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (3/6/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bursa Efek Indonesia memberikan denda Rp125 juta kepada PT Waterfront Sekuritas Indonesia.

Dalam keterbukaan informasi Rabu (24/6/2020), Direktur Bursa Efek Indonesia Kristian S. Manullang dan Laksono W. Widodo mengumumkan pemberian sanksi peringatan tertulis dan denda sebesar Rp125 juta kepada Waterfront Sekuritas Indonesia. Keputusan itu menyangkut modal kerja bersih disesuaikan (MKBD).

“Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pemantauan Bursa diketahui bahwa perusahaan telah menyajikan laporan MKBD secara tidak akurat,” ujar Manajemen BEI melalui keterbukaan informasi, Rabu (24/6/2020).

Waterfront Sekuritas Indonesia merupakan salah satu Anggota Bursa (AB). Perseroan memiliki modal dasar Rp200 miliar dan modal disetor Rp50 miliar.

Adapun, status operasional aktif dengan izin usaha penjamin emisi efek dan perantara pedagang efek. Kantor cabang tersebar di Semarang, Jakarta, dan Surabaya.

Berdasarkan data BEI, rata-rata MKBD Waterfront Sekuritas Indonesia senilai Rp27,74 miliar per, Rabu (24/6/2020), pukul 14:21 WIB. Sejak awal 2020, posisi rata-rata MKBD tertinggi senilai Rp28,03 miliar pada Januari 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia denda sekuritas
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top