Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Krakatau Steel (KRAS) Rampungkan Pembangunan Integrated Warehouse Tahap I

Direktur Utama Krakatau Bandar Samudera Alugoro Mulyowahyudi menjelaskan pembangunan tahap pertama berupa fasilitas gudang penyimpanan (flat storage) berkapasitas 200.000 MT telah selesai dibangun.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 23 Juni 2020  |  17:27 WIB
PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), anak perusahaan dari PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. merampungkan pembangunan fasilitas Integrated Warehouse (IWH) di Pelabuhan Cigading, Cilegon. Istimewa
PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), anak perusahaan dari PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. merampungkan pembangunan fasilitas Integrated Warehouse (IWH) di Pelabuhan Cigading, Cilegon. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), anak perusahaan dari PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. menggandeng PT Sentral Grain Terminal (SGT), untuk membangun fasilitas Integrated Warehouse (IWH) di Pelabuhan Cigading, Cilegon.

Direktur Utama Krakatau Bandar Samudera Alugoro Mulyowahyudi menjelaskan pembangunan tahap pertama berupa fasilitas gudang penyimpanan (flat storage) berkapasitas 200.000 metrik ton (MT) telah selesai dibangun.

Untuk tahap selanjutnya, kerja sama ini akan diikuti dengan pembangunan fasilitas gudang vertikal (silo) berkapasitas minimum 70.000 MT. Dengan demikian, total kapasitas akan menjadi menjadi 270.000 MT.

Dia menjelaskan IWH tersebut memiliki fasilitas gudang transit seluas 11,6 Ha. Fasilitas ini akan langsung terhubung dengan Continuous Ship Unloader (CSU) di Dermaga 1 KBS melalui conveyor belt.

Dia menjelaskan CSU akan digunakan untuk melayani bongkar kargo grain seperti kacang kedelai, jagung, makanan berbahan gandum dan kacang kedelai dengan metode food grade handling.

“Teknologi berupa chain, discharge rate CSU dapat mencapai 1,300 ton/jam atau setara dengan rata-rata 20,000 ton/hari, hal tersebut tentu dapat meningkatkan produktivitas perusahaan,” katanya, Selasa (23/6/2020).

Dia menjelaskan rencana ini merupakan pengembangan fasilitas tersebut juga merupakan bagian dari upaya perseroan untuk berinovasi dan meningkatkan efisiensi di tengah era disrupsi.

“Kalau perusahaan kita tidak berubah, maka akan suffering. Kalau hanya nyaman menggunakan trucking, tidak pakai CSU, dan sebagainya, kami akan ditinggalkan konsumen,” jelasnya.

Alugoro menjelaskan perseroan merogoh kocek sebesar Rp300 miliar untuk investasi pengembangan fasilitas tersebut. Dana itu meliputi kebutuhan pembelian CSU dan pembangunan dermaga.

Dia menargetkan dengan fasilitas tersebut, KBS dapat melayani sekitar 5 juta ton kargo green and mill per tahun. Meningkat dari posisi saat ini di kisaran 2,5 juta ton per tahun.

Sementara itu, Direktur Sentral Grain Terminal Welly Swandana menjelaskan bahwa total investasi yang digelontorkan perseroan untuk pembangunan fasilitas ini mencapai US$65 juta.

Dia menyatakan beroperasinya terminal tersebut diharapkan dapat memfasilitasi semua kebutuhan kargo curah kering di wilayah Cilegon dan sekitarnya. Dia menargetkan, kerja sama ini dapat menyerap sedikitnya 80 persen total pasar di daerah tersebut.

“Kami bisa mengakomodasi kebutuhan kargo curah kering 5 tahun—10 tahun ke depan. Kami akan menerapkan sistem terintegrasi dengan KBS, yang kami sebut sistem manajemen logistik, untuk mendapatkan operational excellence,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspansi krakatau steel pergudangan
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top