Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Minyak WTI Berpeluang ke US$40, Simak Analisisnya

OPEC dan sekutunya sedang menyeimbangkan kembali pasar minyak baik untuk permintaan dan pasokan, sehingga ada tanda-tanda pemulihan harga.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 22 Juni 2020  |  13:10 WIB
Markas OPEC di Wina, Austria - Reuters/Leonhard Foeger
Markas OPEC di Wina, Austria - Reuters/Leonhard Foeger

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah diperkirakan bakal rebound sekalipun virus corona gelombang kedua bakal menyerang di semester II/2020.

Berdasarkan data Bloomberg harga minyak jenis WTI di bursa NYMEX tengah terkoreksi 0,13 persen ke US$39,70. Sementara itu harga minyak jenis Brent di bursa ICE menguat tipis 0,09 persen ke US$42,23 per barel.

Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan negara OPEC dan sekutunya sedang menyeimbangkan kembali pasar minyak baik untuk permintaan dan pasokan sehingga ada tanda-tanda pemulihan harga.

Stephen Innes, kepala strategi pasar di AxiCorp Ltd. mengatakan ada dukungan yang baik karena dari sisi pasokan meskipun ambisi untuk bisa bullish kemungkinan akan ditahan oleh virus covid-19.

“Namun yang penting adalah apakah pemerintah memberlakukan kembali pembatasan skala besar. Dengan jumlah kasus keseluruhan yang rendah secara global, itu tidak mungkin sedangkan pembatasan yang lunak seperti di Beijing mungkin di lakukan,” katanya dilansir dari Bloomberg pada Senin (22/6/2020).

Adapun Vitol Group dan Trafigura Group mengatakan permintaan global pulih dengan cepat setelah pelonggaran pembatasan. Di sisi lain pemangkasan pasokan global menjadi rata-rata 24,19 juta barel per hari pada Juni dari 30,5 juta bulan sebelumnya dapat membantu peningkatan harga.

Sementara itu, analis Monex Investindo Futures Faisyal pun memperkirakan harga minyak berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek di tengah pasar yang menyambut baik outlook kepatuhan pengurangan produksi oleh anggota OPEC+.

Selain itu, turunnya rig aktif AS yang dilaporkan Baker Hughes di akhir pekan lalu juga dapat menjadi katalis positif.

“Namun, jika pasar mencemaskan outlook perlambatan permintaan karena lonjakan kasus Covid-19, tidak menutup kemungkinan harga minyak akan bergerak turun,” katanya dalam riset Senin (26/2/2020).

Faisyal memperkirakan harga minyak bakal mendekati level resisten yang berada di US$40.50. Namun, menembus lebih dari level tersebut berpotensi memicu kenaikan lanjutan ke US$41,30 sebelum membidik resisten kuat di US$42,30.

:Sementara itu jika bergerak turun, level support terdekat berada di US$39,30, menembus ke bawah dari level tersebut berpotensi memicu penurunan lanjutan ke US$38,50 sebelum menargetkan support kuat di US$37,50.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak opec harga minyak mentah wti
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top