Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Didorong Stimulus The Fed, Bursa Eropa Melonjak di Awal Perdagangan

Bursa saham Eropa mencatat penguatan terbesar dalam sepekan terakhir pada awal perdagangan hari ini, Selasa (16/6/2020), didorong oleh berita rencana stimulus fiskal dan moneter Amerika Serikat (AS).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 16 Juni 2020  |  15:54 WIB
Bursa Efek Frankfurt. - Alex Kraus / Bloomberg
Bursa Efek Frankfurt. - Alex Kraus / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Eropa mencatat penguatan terbesar dalam sepekan terakhir pada awal perdagangan hari ini, Selasa (16/6/2020), didorong oleh berita rencana stimulus fiskal dan moneter Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Stoxx Europe 600 menguat 2 persen pada pukul 8.14 waktu London, dengan seluruh 19 indeks sektoral terpantau menguat. Sejumlah sektor siklis menjadi pemimpin penguatan indeks, di antaranya sektor perjalanan, konstruksi, dan otomotif yang masing-masing menguat lebih dari 3,7 persen.

Sementara itu, indeks FTSE 100 menguat 2,6 persen, karena Inggris dan Uni Eropa bergerak selangkah lebih dekat untuk mencapai kesepakatan atas hubungan masa depan mereka setelah Brexit.

Bursa Eropa melonjak mengikuti berita bahwa bank sentral AS, Federal Reserve, memutuskan untuk membeli obligasi korporasi secara terpisah. Pembelian obligasi ini akan dilakukan melalui program Secondary Market Corporate Credit Facility.

Sebelum digunakan untuk membeli obligasi korporasi, program ini kebanyakan melakukan pembelian exchange-traded funds. The Fed mengatakan program ini akan mengikuti indeks pasar obligasi korporasi AS yang juga telah dirancang secara kilat.

Analis senior Swissquote Bank, Ipek Ozkardeskaya mengatakan the Fed membuktikan sekali lagi bahwa mereka memiliki sumber daya tak terbatas untuk mencegah aksi jual pasar dan untuk harga aset secara membengkak demi ekonomi.

“Rasanya hampir seperti tidak ada yang perlu ditakutkan bagi investor; sebagian besar risiko default sekarang dipikul oleh The Fed,” ungkap Ipek Ozkardeskaya, seperti dikutip Bloomberg.

Di antara saham yang bergerak di bursa Eropa, Ashtead Plc melonjak 15 persen setelah melaporkan laba sesuai dengan perkiraan analis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa eropa Kebijakan The Fed
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top