Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sukses Tangani Covid-19, Investor Asing Kembali Lirik Pasar Saham Vietnam

Perusahaan investasi seperti Ashmore Group Plc and Coeli Asset Management SA telah melakukan penambahan aset di pasar Vietnam senilai US$174 miliar sejak Maret lalu.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 16 Juni 2020  |  11:21 WIB
Pemandangan jalur layang kereta api di kota Hanoi, Vietnam - Bloomberg/Maika Elan
Pemandangan jalur layang kereta api di kota Hanoi, Vietnam - Bloomberg/Maika Elan

Bisnis.com, JAKARTA – Investor asing kembali menanamkan modalnya di pasar Vietnam setelah kesuksesan negara tersebut dalam menekan penyebaran virus corona.

Dilansir dari Bloomberg pada Selasa (16/6/2020), perusahaan investasi seperti Ashmore Group Plc and Coeli Asset Management SA telah melakukan penambahan aset di pasar Vietnam senilai US$174 miliar sejak Maret lalu.

Sementara itu, investor asing juga terus melakukan pembelian saham-saham Vietam dan selama bulan ini menjadi net buyer untuk pertama kalinya sejak Januari lalu.

Coeli Asset Management SA telah meningkatkan kepemilikan saham-saham Vietnam dari 18,6 persen menjadi 25 persen setelah aksi jual yang terjadi pada Maret lalu.

“Rasio price-to-book pasar saham Vietnam telah menurun selama 18 bulan terakhir dan tidak mempengaruhi kesempatan dalam jangka panjang,” ujar Fund Manager di Coeli Asset, James Bannan.

Masuknya investor asing pun turut membantu indeks Vietnam VN naik 26 persen pada kuartal I/2020. Catatan ini menjadikan bursa Vietnam sebagai pasar dengan performa terbaik ketiga di dunia, meskipun telah mengalami kontraksi 8 persen dalam 3 sesi perdagangan terkhir.

Salah satu faktor pendukung masuknya investor asing ke pasar Vietnam adalah nilai mata uang yang stabil dan tensi antara China dan AS yang menjadikan Vietnam sebagai supply chain alternatif dari China. Salah satu perusahaan AS, Apple Inc., juga telah memindahkan pabriknya ke Vietnam.

“Nilai mata uang Dong yang stabil pada tahun ini didukung oleh surplus neraca Vietnam dan cadangan devisa yang melimpah,” kata Fund Manager di Asia Frontier Capital Ltd., Ruchir Desai.

Selain itu, kebijakan Vietnam dalam menghadapi pandemi virus corona juga dinilai sukses. Negara di kawasan Asia Tenggara ini telah melakukan pelonggaran lockdown sejak April lalu setelah bergerak cepat dalam melakukan contact tracing dan mengkarantina 100 ribu orang untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

Pemerintah Vietnam juga langsung bergerak merestrukturisasi pinjaman bank, membekukan utang, serta mengurangi atau menghilangkan pembayaran bunga bank serta memberikan paket stimulus sebesar 62 triliun Dog atau US$2,7 miliar untuk para pekerja di negara tersebut.

Lebih lanjut, pemerintah Vietnam juga mengeluarkan investasi baru dan melakukan reformasi kebijakan guna mempercepat pemulihan ekonomi.

“Kebijakan yang cepat dalam penanggulangan virus corona dan juga percepatan investasi akan berdampak baik bagi perekonomian Vietnam,” ujar Fund Manager di Ashmore Andrew Brudenell.

Baik Coeli maupun Ashmore merekomendasikan saham Vietnam di sektor konsumer. Sedangkan, saham di bidang perbankan perlu dihindari karena adanya kredit macet (non-performing loan) pada sektor tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia vietnam ekonomi vietnam
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top