Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Saham Naik 154 Persen, Ini Kata Manajemen Pyridam Farma (PYFA) 

Perseroan menyebut kenaikan harga saham perseroan tidak terlepas dari kinerja yang moncer.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 11 Juni 2020  |  15:52 WIB
Pabrik Pyridam Farma di Cianjur. - pyridam.com
Pabrik Pyridam Farma di Cianjur. - pyridam.com

Bisnis.com, JAKARTA – Manajemen PT Pyridam Farma Tbk. (PYFA) mengungkapkan beberapa alasan terkait pergerakan saham yang melonjak dalam beberapa minggu terakhir.

Menurut data historis, pergerakan saham PYFA naik signifikan menyentuh angka tertingginya yakni Rp660 pada perdagangan Rabu (10/6/2020).

Kendati pergerakan sahamnya ditutup pada zona merah dengan pelemahan sebesar 4,10 persen atau 25 poin ke level Rp585 pada Kamis (11/6/2020) hari ini, namun selama satu bulan terakhir harga saham PYFA sudah terbang 154,42 persen.

Sekretaris perusahaan Pyridam Farma Ryan Arvin Sutikno menyimpulkan pencapaian perseroan pada kuartal pertama adalah alasan utama pergerakan saham perseroan naik signifikan beberapa minggu terakhir.  

“Terkait pergerakan harga saham perseroan, manajemen melihat ini dari faktor penjualan atau kinerja kuartal satu 2020 versus 2019. Penjualan bersih meningkat 23,84 persen. Laba bersih meningkat cukup tinggi 131,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” jelasnya saat paparan publik insidentil pada Kamis (11/6/2020).

Selain daripada itu, manajemen menyatakan saat ini tidak ada aksi korporasi yang dilakukan perseroan. “Jadi kita simpulkan, kondisi bisnis Pyramid saat ini relatif masih berjalan seperti biasa,” sambungnya.

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham emiten berkode saham PYFA tersebut karena mengalami peningkatan harga kumulatif yang signifikan.

Dalam pengumuman Rabu (3/6/2020), BEI mengumumkan terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham PYFA. Untuk pendinginan alias cooling down, bursa memandang perlu melakukan penghentian sementara perdagangan saham emiten farmasi tersebut pada perdagangan, Kamis (4/6/2020).

Penghentian sementara atau suspensi itu untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar. Tujuannya, agar mereka dapat mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasi pada saham PYFA.

Sehari setelahnya, Jumat (5/6/2020), bursa akhirnya memutuskan untuk membuka kembali perdagangan saham PYFA pada sesi 1.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga saham pyridam farma
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top