Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Austindo Nusantara (ANJT) Tahan Bagi Dividen Tahun Ini

Dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) telah disetujui bahwa ANJT tahun ini tidak akan membagikan dividen. Selain itu peserta rapat juga mengangkat kembali anggota dewan komisaris dan direksi ANJT yang berakhir masa depannya.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 10 Juni 2020  |  17:15 WIB
Dari kiri ke kanan: Istini T Siddharta (Direktur Utama), Adrianto Machribie (Komisaris Utama), Naga Waskita (Direktur Legal & Sekretaris Korporat) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk di Jakarta hari ini (10/6 - 20). Istimewa\\n
Dari kiri ke kanan: Istini T Siddharta (Direktur Utama), Adrianto Machribie (Komisaris Utama), Naga Waskita (Direktur Legal & Sekretaris Korporat) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk di Jakarta hari ini (10/6 - 20). Istimewa\\n

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten perkebunan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) tidak membagikan dividen pada tahun ini.

Dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) telah disetujui bahwa ANJT tahun ini tidak akan membagikan dividen. Selain itu peserta rapat juga mengangkat kembali anggota dewan komisaris dan direksi ANJT  yang berakhir masa depannya.

Direktur Utama Austindo Nusantara Jaya Istini T. Siddharta mengatakan walaupun mendapat tantangan berat pada 2019, ANJ tetap tangguh dalam mengonsolidasikan sumber daya dan membuat keputusan strategis yang akan menempatkan ANJ di jalur yang tepat untuk mencapai visi dan pertumbuhan di masa depan.

“Sepanjang 2019 harga crude palm oil [CPO] terus mengalami tren penurunan walaupun pulih secara perlahan sejak Agustus. Harga rata-rata CPO yang hanya mencapai US$479 per ton sepanjang tahun menyebabkan dampak signifikan yang memberatkan industri minyak sawit, namun perseroan tetap tangguh dan mengambil langkah strategis untuk menjaga pertumbuhan” tutur Istini dalam keterangan resmi Rabu (10/6).

Istini menambahkan cuaca buruk adalah tantangan lainnya bagi industri karena musim kemarau yang berkepanjangan turut berkontribusi pada meluasnya kebakaran hutan. Menurutnya lahan di Sumatera dan Kalimantan antara bulan Juni sampai November terkena, sehingga menyebabkan kerusakan dan kerugian ekonomi yang besar.

Selain itu, pada tahun lalu ANJT mencatatkan pendapatan sebesar US$130,4 juta mengalami penurunan sebesar 14,1 persen dibandingkan dengan 2018. Hal ini disebabkan oleh turunnya harga jual rata-rata dan volume penjualan minyak sawit dan turunannya. Segmen itu berkontribusi sebesar 98,6 persen terhadap total pendapatan perusahaan atau sebesar US$128,5 juta.

ANJT mencatatkan rugi bersih sebesar US$4,6 juta, merosot dibandingkan dengan rugi bersih sebesar US$0,5 juta pada 2018. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan harga jual rata-rata dan volume penjualan minyak sawit dan turunannya pada 2019. Faktor ini juga menyebabkan EBITDA mengalami penurunan dari US$ 25,1 juta pada 2018 menjadi US$22,9 juta pada 2019.

Pada 2019, ANJT meningkatkan pembelian buah dari pihak ketiga untuk memaksimalkan utilisasi pabrik. Total buah yang dibeli dari pihak ketiga pada 2019 sebesar 405.754 ton meningkat sebesar 8,1 persen dibandingkan dengan 2018.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rups austindo emiten perkebunan
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top