Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Fitch Pertahankan Peringkat BB untuk Pakuwon Jati (PWON)

Fitch Rating yakin PWON memiliki fleksibilitas dalam menentukan waktu pengeluarannya dan akan dapat mempertahankan arus kas operasi yang positif meskipun di terpa tantangan pandemi.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 27 Mei 2020  |  16:38 WIB
Stefanus Ridwan, Direktur Utama PT Pakuwon Jati Tbk./Bisnis -  Emanuel Cessario
Stefanus Ridwan, Direktur Utama PT Pakuwon Jati Tbk./Bisnis - Emanuel Cessario

Bisnis.com, JAKARTA - Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings, mempertahankan peringkat BB dengan outlook stabil untuk emiten pengembang properti PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) di tengah prospek perlambatan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Peringkat yang sama itu juga berlaku untuk senior term notes senilai US$250 juta yang akan jatuh tempo pada 2024 dan dikeluarkan oleh anak perusahaannya Pakuwon Prima Pte Ltd.

Dalam keterangan resminya, Fitch Ratings menjelaskan bahwa tidak berubahnya peringkat itu karena perseroan diperkirakan akan memperbaikin net cashn pada akhir 2020 di tengah tantangan yang ditimbulkan akibat pandemi Covid-19.

Untuk diketahui, arus kas masuk PWON akan turun sekitar 40 persen pada 2020 karena pandemi telah memperlambat penjualan dan melemahkan permintaan. Belum lagi, langkah penutupan sementara di segmen bisnis mal dan penurunan okupansi di sektor perhotelan.

Adapun, penjualan PWON pada tahun ini diperkirakan turun menjadi sekitar Rp1 triliun sebelum akhirnya bertahap kembali ke sekitar Rp2 triliun - Rp3 triliun mulai pada 2022, sejalan dengan pemulihan pasca-pandemi.

Fitch Rating yakin PWON memiliki fleksibilitas dalam menentukan waktu pengeluarannya dan akan dapat mempertahankan arus kas operasi yang positif meskipun di terpa tantangan pandemi.

“Profil keuangan perusahaan yang kuat memungkinkannya untuk mempertahankan cakupan bunga yang cukup, sebagaimana diukur dengan EBITDA / bunga bersih non-pengembangan, yaitu di atas 3x selama satu hingga dua tahun ke depan,” tulis Fitch Ratings seperti dikutip dari keterangan resminya, Rabu (27/9/2020).

Fitch Ratings menjelaskan peringkat PWON dibatasi oleh konsentrasi aset yang tinggi, dengan lebih dari 70 persen EBITDA properti investasinya berasal dari empat proyek mixed-use yang rampung di dua kota.

Seperti yang diketahui, PWON berencana untuk mengembangkan lebih banyak properti investasi, tetapi pandemi dapat menunda pelaksanaan proyek. Oleh karena itu, Fitch Ratings tidak mengharapkan konsentrasi aset meningkat secara signifikan dalam jangka menengah untuk menjamin peringkat yang lebih tinggi.

Selain itu, Fitch Ratings dapat menilai kembali pendekatannya dalam menilai peringkat PWON jika induk dan anak perusahaan menunjukkan perubahan dalam pergerakan arus kas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pakuwon jati covid-19
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top