Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kembali Dilirik Asing, Harga Obligasi RI Tancap Gas Setelah Lebaran

Yield surat utang negara (SUN) tenor 10 tahun Indonesia parkir di level 7,402 persen pada, Selasa (26/5/2020) pukul 12:41 WIB. Posisi itu turun dari 7,50 persen pada akhir sesi, Jumat (20/5/2020).
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 26 Mei 2020  |  18:30 WIB
Pialang memperhatikan Yield SUN Indonesia - Antara/Prasetyo Utomo
Pialang memperhatikan Yield SUN Indonesia - Antara/Prasetyo Utomo

Bisnis.com,JAKARTA — Harga obligasi Indonesia di pasar sekunder melanjutkan penguatan usai periode libur Idulfitri 1441 Hijriah 2020. Kenaikan persentase kepemilikan asing menjadi salah satu pemicu.

Berdasarkan data Bloomberg, imbal hasil atau yield surat utang negara (SUN) tenor 10 tahun Indonesia parkir di level 7,402 persen pada, Selasa (26/5/2020) pukul 12:41 WIB. Posisi itu turun dari 7,50 persen pada akhir sesi, Jumat (20/5/2020).

Sementara itu, yield SUN tenor 5 tahun Indonesia juga mengalami penurunan dari 6,91 persen pada, Rabu (20/5/2020), menjadi 6,78 persen. Selanjutnya, imbal hasil SUN tenor 15 tahun Indonesia juga mengalami penurunan dari 7,84 persen menjadi 7,77 persen pada, Selasa (26/5/2020).

Adapun, yield SUN tenor 20 tahun Indonesia juga turun dari 7,85 persen menjadi 7,82 persen pada, Selasa (26/5/2020).

Sebagai catatan, pergerakan harga obligasi dan yield obligasi saling bertolak belakang. Kenaikan harga obligasi akan membuat posisi yield mengalami penurunan sementara penurunan akan menekan tingkat imbal hasil.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengungkapkan investor asing kembali masuk ke dalam pasar obligasi meskipun dalam jumlah kecil. Dia mencatat, porsi asing naik dari 30,3 persen pada 18 Mei 2020 menjadi 30,4 persen pada 20 Mei 2020.

“Lebih baik kecil daripada tidak sama sekali, hal tersebut yang membuat pasar obligasi mengalami kenaikkan lebih banyak dari biasanya diluar dari ekspektasi kami,” ujarnya, Selasa (26/5/2020).

Nico menyebut kenaikan pasar obligasi sebelum libur Lebaran 2020 dan kenaikan porsi asing menjadi bekal yang cukup baik bagi pasar obligasi untuk terus melanjutkan penguatan. Analisis secara teknikal juga mendukung untuk terjadinya penguatan lanjutan.

“Beberapa obligasi acuan sudah melewati batas resistensinya sehingga kami melihat setelah lebaran cukup berpotensi untuk terjadinya penguatan apalagi mulai ada angin bahwa aktivitas ekonomi Indonesia akan mulai kembali bergeliat,” paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top