Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Saham Astra International (ASII) 'Ngebut', 9 Persen, Indeks Bisnis-27 Menguat

Dalam sepekan terakhir, laju ASII tengah berada dalam tren positif. Emiten produsen otomotif berkapitalisasi Rp175,29 triliun itu mampu menguat 21,29 persen.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 26 Mei 2020  |  16:17 WIB
Menara Astra. Gedung perkantoran ini menjadi lokasi kantor pusat PT Astra International Tbk. - astra.co.id
Menara Astra. Gedung perkantoran ini menjadi lokasi kantor pusat PT Astra International Tbk. - astra.co.id

Bisnis.com,JAKARTA — Indeks Bisnis-27 mengawali sesi perdagangan perdana usai libur Lebaran 2020 dengan penguatan 2,18 persen.

Berdasarkan data PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Bisnis-27 menguat 8,47 poin atau 2,18 persen ke level 396,05 pada akhir sesi, Selasa (26/5/2020). Pergerakan itu juga sejalan dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang menguat 1,78 persen ke level 4.626,799.

Dari data yang dihimpun Bisnis, 21 konstituen Indeks Bisnis-27 yang mampu mencetak return positif pada perdagangan, Selasa (26/5/2020). 

PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. (TKIM) memimpin dengan menguat 10,92 persen atau 440 poin ke level Rp4.470. PT Astra International Tbk. (ASII) mengekor di urutan kedua dengan 9,07 persen ke level Rp4.330.

Dalam sepekan terakhir, laju ASII tengah berada dalam tren positif. Emiten produsen otomotif berkapitalisasi Rp175,29 triliun itu mampu menguat 21,29 persen.

Sebagai catatan, ASII baru saja mengantongi dana segar Rp16,83 triliun pekan lalu. Perseroan telah resmi melepas kepemilikan 44,56 persen di PT Bank Permata Tbk. (BNLI) kepada Bangkok Bank Public Company Limited.

Adapun, proses penyelesaian transaksi atau closing telah dilakukan pada, Rabu (20/5/2020).

Sementara itu,  6 penghuni Indeks Bisnis-27 lainnya terpantau harus parkir di zona merah. Koreksi paling dalam dialami oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) sebesar 6,77 persen ke level Rp8.950.

PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) juga mengalami koreksi hingga 6,61 persen ke level Rp6.000. Dua emiten konsumer itu mengalami auto reject bawah (ARB) tak lama setelah perdagangan dibuka, Selasa (26/5/2020) pagi.

Saham keduanya amblas setelah informasi penandatanganan perjanjian jual beli saham bersyarat antara ICBP dan Pinehill Corpora Limited dan Steele Lake Limited.

Harga pembelian seluruh saham telah disepakati sebesar US$2,99 miliar atau setara dengan Rp44,33 triliun (asumsi kurs Rp14.785 per dolar AS). 

ICBP menyatakan sumber pembiayaan transaksi berasal dari kas perseroan sebesar US$300 juta, sisanya berasal dari fasilitas pinjaman dari lembaga perbankan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG indeks bisnis27
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top