Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Euforia Vaksin Covid-19 Redup, Harga Emas Menguat

kenaikan harga emas mulai terbatas karena pelaku pasar kemali menyukai aset-aset berisiko di tengah harapan pemilihan ekonomi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 Mei 2020  |  08:29 WIB
Pramuniaga menunjukkan emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) di sebuah gerai emas di Malang, Jawa Timur, Senin (6/1/2020). -  ANTARA / Ari Bowo Sucipto
Pramuniaga menunjukkan emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) di sebuah gerai emas di Malang, Jawa Timur, Senin (6/1/2020). - ANTARA / Ari Bowo Sucipto

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas menguat di rencana pengucuran stimulus dan ketidakpastian penemuan vaksin virus corona (Covid-19). Namun, kenaikan harga emas mulai terbatas karena pelaku pasar kemali menyukai aset-aset berisiko di tengah harapan pemilihan ekonomi.

Dilansir dari Antara, Kamis (21/5/2020), kontrak emas untuk pengiriman Juni di New York Mercantile Exchange naik 0,37 persen menjadi US$1.752,1 per troy ounce pada penutupan perdagangan Rabu (20/5/2020) Waktu New York.

"Di tengah kebutuhan yang lebih rendah untuk aset-aset safe-haven seperti emas, fakta bahwa emas terus naik perlahan-lahan berbicara banyak tentang kekuatan yang mendasarinya berdasarkan ide suntikan likuiditas di banyak negara dari bank-bank sentral dan pemerintah-pemerintah," kata Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger.

Stimulus global besar-besaran untuk membatasi kerusakan ekonomi dari pandemi virus corona telah mendukung penguatan harga emas. Komoditas ini dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.

Harga emas juga mendapat dukungan dari risalah pertemuan Federal Reserve (Fed) terbaru, dengan para anggota mengakui kemungkinan langkah-langkah dukungan lebih lanjut jika penurunan ekonomi berlanjut.

Ketua Fed Jerome Powell mengatakan kepada anggota parlemen pada Selasa (19/5/2020) bahwa bank sentral AS itu sedang berusaha memperluas akses ke fasilitas kredit untuk peminjam tambahan, termasuk negara-negara bagian dengan populasi yang lebih kecil.

Data AS yang suram baru-baru ini, termasuk klaim pengangguran besar-besaran, telah menggarisbawahi pukulan ekonomi dari pandemi, yang telah menginfeksi hampir 4,91 juta orang secara global.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini harga emas comex

Sumber : Antara

Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top