Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Won Terapresiasi, Indeks Kospi Ditutup Menguat 0,59 Persen

Berdasarkan data Bloombeg, indeks Kospi ditutup menguat 11,32 poin atau sekitar 0,59 persen ke level 1.934,09 dengan volume perdagangan mencapai 1,16 miliar saham senilai 10,3 triliun won.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 28 April 2020  |  16:31 WIB
Bursa Saham Korea Selatan. - Seong Joon Cho / Bloomberg
Bursa Saham Korea Selatan. - Seong Joon Cho / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Korea Selatan ditutup menguat pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (28/4/2020).

Berdasarkan data Bloombeg, indeks Kospi ditutup menguat 11,32 poin atau sekitar 0,59 persen ke level 1.934,09 dengan volume perdagangan mencapai 1,16 miliar saham senilai 10,3 triliun won.

Penguatan idneks Kospi ini didorong oleh pernyataan Presiden Korea Selatan Moon Jae-In bahwa pemerintah akan meluncurkan kebijakan yang mendukung revitalisasi ekonomi negara tersebut.

“Harapan akan pulihnya ekonomi Korea Selatan berpengaruh positif terhadap pasar saham,” kata analis Daeshin Securities Lee Kyung-Min, seperti dikutip Yonhap News.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing menguat 0,5 persen dan 0,97 persen.

Sementara itu, saham perusahaan otomotif Hyundai Motor dan Kia Motors melambung 1,75 persen, sementara itu, saham perusahaan biofarmasi Celltrion anjlok 1,65 persen.

Sejalan dengan indeks Kospi, nilai tukar won berakhir menguat ke level 1.225,2 won per dolar AS.

Secara keseluruhan, bursa Asia bergerak variatif saat beberapa negara di dunia mempertimbangkan untuk membuka kembali aktivitas perekonomian mereka yang selama ini ditutup demi menahan persebaran virus corona.

Italia melaporkan level kasus infeksi baru terendah dalam tujuh pekan dan bersiap untuk mulai membuka kembali aktivitas perekonomiannya.

“Yang sangat penting adalah untuk tidak terlalu nyaman dengan laju pasar ekuitas dalam beberapa pekan terakhir,” ujar George Toubia, chief investment director di Westpac Private Wealth, dalam sebuah briefing di Sydney.

“Mengingat pasar telah berjalan cukup sedikit dalam beberapa pekan terakhir, ini adalah lingkungan yang jauh lebih selektif,” tambahnya, seperti dikutip dari Bloomberg.

Pasar selanjutnya dipastikan menunggu rapat kebijakan moneter bank sentral Federal Reserve AS pekan ini. Sementara itu, laporan kinerja keuangan perusahaan akan terus membanjiri sentimen pasar, termasuk oleh Amazon.com Inc., Barclays Plc., dan Samsung Electronics Co.

“Pekan ini akan sangat berpengaruh dari perspektif data makro dan sejauh mana ekonomi global telah terdampak Covid-19,” ujar Simon Ballard, kepala ekonom di First Abu Dhabi Bank.

“Sampai kita benar-benar melewati puncak wabah, dalam skala global, serta dapat menganggap patogen ini akan terbendung dan tidak ada risiko berarti dari gelombang kedua kasus infeksi, kami percaya strategi investasi defensif akan tetap menjadi yang paling sesuai,” lanjutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa korsel
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top