Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Awal Perdagangan Senin (27/4), Pasar Mata Uang Stabil di Tengah Tanda-Tanda Positif Kasus Covid-19

Pasar mata uang dilaporkan bergerak stabil pada awal perdagangan hari ini, Senin (27/4/2020), di tengah tanda-tanda perkembangan positif lebih lanjut dalam perang global melawan pandemi virus corona (Covid-19).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 27 April 2020  |  05:42 WIB
Yuan. - .Bloomberg
Yuan. - .Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar mata uang dilaporkan bergerak stabil pada awal perdagangan hari ini, Senin (27/4/2020), di tengah tanda-tanda perkembangan positif lebih lanjut dalam perang global melawan pandemi virus corona (Covid-19).

Berdasarkan data Bloomberg, dolar Australia menguat 0,3 persen ke level 63,88, nilai tukar yuan offshore diperdagangkan di level 7,0924 per dolar AS, yen Jepang diperdagangkan di 107,54 per dolar AS, dan nilai tukar euro berada di level US$1,0823.

Laju angka kematian akibat Covid-19 mencatat perlambatan terbesar dalam lebih dari sebulan di Spanyol, Italia, dan Prancis, sedangkan angka kematian yang dilaporkan di Inggris dan New York mencapai level terendah sejak akhir Maret.

Gubernur New York Andrew Cuomo pun merancang rencana membuka kembali aktivitas perekonomian secara bertahap seiring dengan melambatnya laju pertambahan kasus baru infeksi virus corona (Covid-19) di negara bagian Amerika Serikat ini.

“Tidak ada keraguan bahwa, di titik ini, kami telah melalui yang terburuk. Dan selama kita melangkah maju dengan hati-hati, yang terburuk seharusnya sudah berakhir,” ujar Cuomo kepada awak media pada Minggu (26/4/2020).

Adapun Italia dan Spanyol, dua negara Eropa yang paling terpukul, bersama dengan negara tetangganya Prancis, mengisyaratkan langkah-langkah tentatif untuk membuka perekonomian mereka.

Di sisi lain, para pedagang dipastikan akan menantikan rapat kebijakan moneter Federal Reserve AS, Bank of Japan, dan Bank Sentral Eropa (ECB) pekan ini ketika sejumlah negara melanjutkan langkah-langkah untuk melonggarkan pemberlakukan lockdown.

Sementara itu, beberapa negara akan merilis angka PDB mereka dan laporan kinerja keuangan perusahaan akan terus mengalir, termasuk oleh Amazon.com Inc., Barclays Plc., dan Samsung Electronics Co.

“Pekan ini akan sangat berpengaruh dari perspektif data makro dan sejauh mana ekonomi global telah terdampak Covid-19,” ujar Simon Ballard, kepala ekonom di First Abu Dhabi Bank.

“Sampai kita benar-benar melewati puncak wabah, dalam skala global, dan dapat menganggap patogen ini akan terbendung dan tidak ada risiko berarti dari gelombang kedua kasus infeksi, kami percaya strategi investasi defensif akan tetap menjadi yang paling sesuai,” lanjutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mata uang covid-19
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top