Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pendapatan IBM pada Kuartal I/2020 Turun Menjadi US$17,60 Miliar

Banyak organisasi telah menunda pembelian teknologi informasi besar untuk menghindari proyek yang mahal, kompleks, dan kadang-kadang mengganggu proses bisnis.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 21 April 2020  |  08:12 WIB
Logo IBM
Logo IBM

Bisnis.com, JAKARTA – International Business Machines Corp. mencatat penurunan pendapatan pada kuartal pertama tahun ini sekaligus merivisi perkiraan pendapatan pada tahun ini.

Hal ini menandakan bahwa pandemi virus corona (Covid-19) telah menjadi rintangan lain bagi perusahaan dalam transisi ke komputasi awan.

Berdasarkan data Bloomberg, International Business Machines Corp. (IBM) mencatat penurunan penjualan 3,40 persen menjadi US$17,60 miliar pada kuartal I/2020.

Analis yang baru-baru ini memperbarui proyeksi mereka untuk menyesuaikan pandemi memperkirakan pendapatan mencapai US$17,07 miliar.

Chief Executive Officer baru IBM Arvind Krishna yang mengambil kendali dari Ginni Rometty awal bulan ini mendapat tantangan untuk memimpin raksasa teknologi berusia 108 tahun itu melalui guncangan ekonomi akibat virus corona.

Banyak organisasi telah menunda pembelian teknologi informasi besar untuk menghindari proyek yang mahal, kompleks, dan kadang-kadang mengganggu proses bisnis, bahkan sebelum virus mewabah, IBM telah berjuang untuk meningkatkan penjualan secara konsisten.

"Pengumuman ini menunjukkan Arvind Krishna perlu melakukan upaya sedikit di atas rata-rata," kata Ian Campbell, CEO Nucleus Research.

Perusahaan telah berusaha untuk meningkatkan porsi pendapatan dari perangkat lunak dan layanan hybrid-cloud, yang memungkinkan pelanggan menyimpan data di server pribadi dan di banyak awan publik, termasuk di Amazon.com Inc. dan Microsoft Corp.

IBM mengakuisisi RedHat senilai US$34 miliar pada 2018 untuk meningkatkan upaya ini.

"Untuk beberapa bulan ke depan, kami harus fokus pada stabilitas bisnis dan memastikan kami menjaga likuiditas dan neraca kami," kata Krishna dalam konferensi virtual dengan para analis.

“Ke depan, fokus perusahaan adalah pada cloud hybrid dan AI [artificial intelligence], serta komputasi kuantum," tambahnya.

Saham IBM turun sekitar 3 persen setelah penutupan pasar reguler di bursa saham AS menjadi US$120,41 per lembar. Saham IBM telah turun 10 persen sepanjang tahun ini.

IBM mencatat penurunan penjualan dalam perangkat lunak kognitif pada Maret ketika pandemi terjadi dan ekonomi mulai menurun. Dalam waktu dekat, perusahaan memperkirakan bahwa klien menunda proyek, terutama yang melibatkan perangkat lunak, sedangkan permintaan untuk perangkat keras akan tetap stabil.

Awal bulan ini, produsen perangkat lunak Jerman SAP SE melaporkan penurunan serupa pada lisensi awan.

Laba per saham IBM mencapai US$1,84 pada kuartal I/2020, sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata estimasi analis sebesar US$1,81.

Chief Financial Officer IBM Jim Kavanaugh mengatakan bahwa perusahaan akan memangkas pengeluaran hingga US$2 miliar tahun ini,.

Di sisi lain, raksasa teknologi ini melaporkan peningkatan pendapatan dari bisnis awan hingga 19 persen menjadi US$5,40 miliar pada kuartal pertama. Peningkatan itu didorong oleh RedHat, yang menyumbang US$719 juta untuk penjualan IBM pada periode tersebut.

IBM menggunakan definisi luas untuk komputasi awan, yang mencakup aplikasi, infrastruktur, dan layanan profesional seperti jasa konsultasi.

Lini Global Technology Services, yang mewakili sekitar 37 persen dari total pendapatan IBM, terus menurun. Unit konsultasi teknologi ini mencatat penjualan US$6,50 miliar, turun 5,90 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ibm Virus Corona
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top