Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Fokus Jaga Likuditas, Rencana Ekspansi Jasa Marga (JSMR) Bisa Tertunda

Corporate Finance Group Head Jasa Marga Eka Setya Adrianto menyatakan bahwa perseroan masih mengkaji seluruh rencana ekspansi pada tahun ini, termasuk rencana penyelesaian ruas-ruas tol baru.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 20 April 2020  |  21:16 WIB
Sejumlah mobil memasuki gerbang tol Pondok Ranji di Tangerang Selatan, Banten, Minggu (15/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Sejumlah mobil memasuki gerbang tol Pondok Ranji di Tangerang Selatan, Banten, Minggu (15/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – PT Jasa Marga (Persero) Tbk. menyatakan akan berfokus menjaga likuiditas di tengah pandemi virus corona. Rencana ekspansi pun diperkirakan akan molor.

Corporate Finance Group Head Jasa Marga Eka Setya Adrianto menyatakan bahwa perseroan masih mengkaji seluruh rencana ekspansi pada tahun ini, termasuk rencana penyelesaian ruas-ruas tol baru.

“Belum ada update situasinya, pemerintah maupun kami masih fokus pada penganan Covid terlebih dahulu,” ujarnya kepada Bisnis, Seni (20/4/2020).

Dia menjelaskan fokus penanganan terkait Covid-19 tidak hanya meliputi upaya pencegahan penyebaran penyakit itu. Perseroan turut mengantisipasi dampak pandemi tersebut terhadap likuiditas perseroan.

Pendapatan perseroan telah mengalami penurunan cukup signifikan, setelah adanya pandemi. Hingga awal April, penurunan pendapatan perseroan telah mencapai sekitar 30 persen.

Hal ini bisa kian membesar seiring dengan adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah Jabodetabek.

Dia menjelaskan, di tengah kondisi ini maka rencana penyelesaian sejumlah ruas tol baru diperkirakan akan mundur. Proses pengerjaan ruas-ruas itu, semakin melambat setelah adanya pemberlakuan PSBB.

Tak hanya ruas-ruas yang masih dikerjakan, kondisi ini juga diperkirakan akan mengambat rencana investasi penambahan ruas tol baru. Namun demikian, proses tender akan bergantung pada keputusan pemerintah.

Adri juga menyampaikan, hal ini diperkirakan akan semakin menunda rencana divestasi ruas-ruas jalan tol milik Jasa Marga.

Meski sejak awal memang tak terlalu bernafsu mendivestasikan jalan tol, kondisi pandemi diperkirakan akan membuat harga jual tidak optimal.

“Makanya kami fokus jaga likuditas dulu, nanti kalau sudah balik semua akan membaik. Kami optimistis recovery bisnis jalan tol itu cepat, tergantung sampai kapan Covid ini akan berakhir,” ujarnya.

Pada tahun ini perseroan masih menyelesaikan lima ruas tol baru dengan total kebutuhan belanja modal sekitar Rp20 triliun.

Adapun, kelima ruas tol yang dimaksud adalah ruas Cengkareng-Kunciran, Cinere-Serpong, Manado-Bitung, Probolinggo-Banyuwangi, dan Jakarta-Cikampek Selatan.

Meski begitu, total kebutuhan Rp20 triliun tersebut juga termasuk pembayaran tol layang Jakarta-Cikampek II.

Perseroan telah membayarkan sekitar Rp12,3 triliun kepada Waskita Karya dan Acset Indonusa sebagai kontraktor proyek ini.

Perseroan sejatinya juga tengah terdapat lima ruas tol yang tengah dibidik perseroan.

Ruas-ruas yang dimaksud adalah Solo-Yogyakarta-NYIA sepanjang km, Gedebage-Tasikmalaya, Tasikmalaya Cilacap, Akses Patimban, dan Yogyakarta-Bawen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol jasa marga aksi emiten
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top