Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kian Bangkit, Bursa India Melonjak 20 Persen dari Level Terendah pada Maret

Optimisme mengenai langkah-langkah pemerintah untuk membendung pandemi virus corona (Covid-19) berhasil mendorong bursa saham India melonjak pada perdagangan hari ini, Kamis (9/4/2020).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 09 April 2020  |  18:32 WIB
Gedung National Stock Exchange (NSE) di Mumbai, India. - nseindia.com
Gedung National Stock Exchange (NSE) di Mumbai, India. - nseindia.com

Bisnis.com, JAKARTA – Optimisme mengenai langkah-langkah pemerintah untuk membendung pandemi virus corona (Covid-19) berhasil mendorong bursa saham India melonjak pada perdagangan hari ini, Kamis (9/4/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, indeks saham acuan S&P BSE Sensex melonjak 4,23 persen ke level 31.159,62 pukul 17.36 WIB, sedangkan indeks NSE Nifty 50 pun melesat 4,15 persen ke posisi 9.111,90.

Ini berarti indeks saham telah naik hingga sekitar 20 persen dari level terendah terbarunya yang dicapai pada 23 Maret. Oleh sejumlah analis, kenaikan tersebut dianggap sebagai memasuki pasar bullish.

Bursa saham India bergabung dengan indeks saham lain di Asia untuk memasuki pasar bullish teknis yang didorong optimisme bahwa langkah-langkah pemerintah akan membantu mengatasi wabah corona dan paket stimulus akan mengurangi kerugian ekonomi.

India telah menerapkan langkah lockdown hingga 14 April sebagai upaya mencegah penularan virus di negara berpopulasi terpadat kedua di dunia ini. Sementara itu, pemerintah meluncurkan paket stimulus fiskal senilai US$22 miliar bersama dengan langkah-langkah dukungan lainnya.

Selain India, sejumlah indeks saham di Asia turut naik tajam hari ini, antara lain Kospi Korea Selatan (+1,61 persen), Hang Seng Hong Kong (+1,38 persen), dan S&P/ASX 200 Australia (++3,46 persen).

Secara keseluruhan, bursa saham global mampu menjelang libur perayaan paskah ketika investor mencermati perkiraan pemulihan ekonomi saat wabah virus corona mereda.

Segenap penasihat kesehatan Gedung Putih dikabarkan tengah mengembangkan kriteria medis untuk membuka kembali perekonomian Amerika Serikat dengan aman dalam beberapa pekan mendatang seandainya tren tetap stabil.

Sebelumnya, Anthony Fauci, Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS, mengatakan dimulainya perubahan haluan dalam perang melawan virus corona bisa terjadi setelah pekan ini.

“Ini semua tentang pertanyaan kapan ekonomi dibuka kembali dan seberapa cepat itu terjadi,” ujar Nancy Davis, chief investment officer di Quadratic Capital Management LLC., seperti dilansir dari Bloomberg.

Di sisi lain, pasar memiliki harapan bahwa produsen-produsen minyak utama akan menyepakati pemangkasan produksi minyak mentah dalam pertemuan mereka.

Koalisi Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC+) akan mengadakan sebuah konferensi pada Kamis (9/4/2020) pukul 4 sore waktu Wina melalui tautan video. Di sisi lain, Arab Saudi akan memimpin sebuah konferensi virtual para menteri energi G-20 pada hari berikutnya pukul 3 sore waktu Riyadh.

Jika Rusia, OPEC, dan G-20 dapat membuat kesepakatan, maka dapat menghasilkan pengurangan historis sebesar sekitar 10 persen dari pasokan global, atau sekitar 10 juta barel per hari.

Angka macam inilah yang diperlukan oleh pasar fisik untuk minyak mentah dalam waktu segera ketika pasar tengah terpukul dampak pandemi corona.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia india
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top