Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tiphone Mobile Indonesia (TELE) Obligasi Rp300 Miliar Pada 20 April

Obligasi Berkelanjutan II Tiphone Tahap III Tahun 2020 memiliki tingkat bunga tetap 11,5 persen dan bertenor 3 tahun jatuh tempo pada 23 April 2023
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 09 April 2020  |  20:53 WIB
Seorang teknisi memperbaiki telepon selular. Service center merupakan salah satu lini usaha PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk. - tiphone.co.id
Seorang teknisi memperbaiki telepon selular. Service center merupakan salah satu lini usaha PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk. - tiphone.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk. akan menerbitkan dan menawarkan Obligasi Berkelanjutan II Tiphone Tahap III Tahun 2020 dengan jumlah pokok obligasi sebanyak-banyaknya sebesar Rp300 miliar.

Berdasarkan pendaftaran di laman PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Kamis (9/4/2020), Tiphone Mobile Indonesia mengungkapkan jumlah pokok obligasi yang akan ditawarkan senilai Rp150 miliar. Obligasi Berkelanjutan II Tiphone Tahap III Tahun 2020 memiliki tingkat bunga tetap 11,5 persen dan bertenor 3 tahun jatuh tempo pada 23 April 2023.

Sisa dari jumlah pokok obligasi yang ditawarkan, sebanyak-banyaknya Rp150 miliar, akan dijamin secara kesanggupan terbaik. Masa penawaran umum akan berlangsung pada 20 April 2020 dan tanggal distribusi obligasi secara elektronik pada 23 April 2020.

Adapun, dalam emisi Obligasi Berkelanjutan II Tiphone Tahap III Tahun 2020, PT Bahana Sekuritas menjadi penjamin pelaksana emisi.

Sebelumnya, Emiten berkode saham TELE itu memaparkan seluruh dana yang diperoleh dari hasil penawaran setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan untuk sejumlah kebutuhan. Pertama, sebesar 40 persen akan digunakan untuk membayar utang bilateral yang masing-masing jumlahnya akan dibayarkan secara proposional.

Kedua, akan digunakan untuk modal kerja perseroan dan perusahaan anak.

“Pelaksanaan penggunaan dana hasil penawaran umum obligasi ini akan mengikuti ketentuan pasar modal yang berlaku di Indonesia,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi di laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Per 30 September 2019, TELE melaporkan liabilitas konsolidasian senilai Rp4,94 triliun. Jumlah obligasi terutang perseroan yakni senilai Rp841 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tiphone Obligasi aksi emiten
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top