Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indonesia Tawarkan Pandemic Bond US$4,3 Miliar, Ini Imbal Hasilnya

Surat utang berdenominasi valuta asing itu akan dirilis dalam tiga seri dengan tenor 10-50 tahun.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 07 April 2020  |  13:58 WIB
nPetugas pemadam kebakaran menyemprotkan cairan disinfektan di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (3/4/2020). Penyemprotan tersebut dilakukan rutin setiap hari yang dimulai dari kawasan Medan Merdeka Barat hingga Senayan dan menghabiskan 14 ribu liter cairan disinfektan guna menekan penyebaran virus corona (COVID-19). - ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
nPetugas pemadam kebakaran menyemprotkan cairan disinfektan di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (3/4/2020). Penyemprotan tersebut dilakukan rutin setiap hari yang dimulai dari kawasan Medan Merdeka Barat hingga Senayan dan menghabiskan 14 ribu liter cairan disinfektan guna menekan penyebaran virus corona (COVID-19). - ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com,JAKARTA — Indonesia menawarkan obligasi untuk penanggulangan pandemi Covid-19 atau pandemic bond dalam tiga tranches di Singapore Exchange dan Frankfurt Stock Exchange.

Berdasarkan data Bloomberg, Indonesia menargetkan US$4,3 miliar dari emisi tahap pertama surat utang yang dananya akan digunakan untuk penanganan dan pemulihan penyebaran Coovid-19. Instrumen itu disebut oleh pemerintah sebagai pandemic bond

Bloomberg mencatat surat utang senior itu tanpa jaminan berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS). Tingkat kupon bersifat tetap.

Dalam emisi tahap pertama, pandemic bond Indonesia akan terdiri atas tiga tranche. Pertama, senilai US$1,65 miliar bertenor 10,5 tahun atau jatuh tempo 15 Oktober 2030 dengan yield atau imbal hasil 3,90 persen.

Kedua, senilai US$1,65 miliar bertenor 30,5 tahun atau jatuh tempo 17 Oktober 2050 dengan yield atau imbal hasil 4,25 persen.

Ketiga, senilai US$1 miliar bertenor 50 tahun atau jatuh tempo 15 April 2070 dengan yield atau imbal hasil 4,50 persen.

Pemerintah Indonesia menjadi penerbit dari surat utang tersebut. PT Danareksa Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas bertindak sebagai co-managers

 Adapun, surat utang itu mendapatkan peringkat Baa2, BBB, BBB, dari tiga lembaga pemeringkat.

Saat dikonfirmasi Bisnis, Direktur PT Trimegah Sekuritas Tbk. David Agus membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, total penerbitan surat utang berdenominasi dolar AS itu pada tahap pertama senilai US$4,3 milar.

 “Total penerbitan US$4,3 miliar,” jelasnya kepada Bisnis, Selasa (7/4/2020).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi Virus Corona
Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top