Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Chitose (CINT) Catat Kenaikan Pendapatan Hingga 10,12 Persen

Penjualan bersih perseroan mayoritas berasal dari segmen pasar lokal yakni sebesar Rp390,86 miliar, sedangkan segmen pasar ekspor hanya Rp20,91 miliar.
Dirut PT Chitose Internasional Tbk Dedie Suherlan (dari kiri), Direktur BEI Nicky Hogan, Wakil Wali Kota Cimahi Ngatiyana, dan Kepala Perwakilan BEI Jawa Barat Reza Sadat Shahmeini meninjau fasilitas Galeri Investasi BEI usai diresmikan di PT Chitose, Baros, Cimahi, Jawa Barat, Rabu (14/3/2018)./JIBI-Rachman
Dirut PT Chitose Internasional Tbk Dedie Suherlan (dari kiri), Direktur BEI Nicky Hogan, Wakil Wali Kota Cimahi Ngatiyana, dan Kepala Perwakilan BEI Jawa Barat Reza Sadat Shahmeini meninjau fasilitas Galeri Investasi BEI usai diresmikan di PT Chitose, Baros, Cimahi, Jawa Barat, Rabu (14/3/2018)./JIBI-Rachman

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten furnitur PT Chitose International Tbk. membukukan penjualan bersih mencapai Rp411,78 miliar sepanjang 2019.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang didapat dari Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia, pencapaian tersebut naik 10,12 persen diandingkan penjualan bersih tahun sebelumnya yang sebesar Rp373,95.

Penjualan bersih perseroan mayoritas berasal dari segmen pasar lokal yakni sebesar Rp390,86 miliar, sedangkan segmen pasar ekspor hanya Rp20,91 miliar.

Adapun lini produk yang dijual oleh perseroan meliputi segmen kursi lipat (Rp270,54 miliar), segmen hotel, banquet, dan rumah makan (Rp186,58 miliar).

Selanjutnya, segmen peralatan kantor (Rp169 miliar), segmen pendidikan (Rp76,8 miliar), segmen rumah sakit (Rp5,25 miliar), serta segmen lainnya (Rp19,88 miliar). Jumlah ini kemudian dieliminasi sebesar Rp253,28 miliar.

Meskipun membukukan kenaikan pendapatan, laba bersih komprehensif yang diatribusikan kepada entitas pemilik induk perusahaan yang memiliki kode emiten CINT ini anjlok 59,97 persen.

Laba bersih komprehensif yang diatribusikan kepada entitas pemilik induk pada 2019 hanya mencapai Rp6,28 miliar, jauh berkurang dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai RP15,70 miliar. Dengan ini, laba per saham 2019 adalah Rp70,8 per saham, sedangkan pada 2018 adalah Rp12,81 per saham.

Pada pos liabilitas, tercatat kewajiban perseroan membengkak hingga 28,35 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2018, total liabilitas CINT sebesar RpRp102,70 miliar, sedangkan pada 2019 menjadi Rp131,822 miliar.

Total liabilitas tersebut terdiri atas liabilitas jangka pendek Rp105,47 miliar dan liabilitas jangka panang Rp81,07 miliar. Sementara total ekuitas perseroan terpantau stabil dan hanya naik 0,26 persen menjadi Rp389,67 miliar.

Kemudian, pada pos aset perseroan membukukan total aset sebesar Rp521,49 miliar, naik 6,13 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp491,38 miliar. Total aset perseroan terdiri atas aset lancar Rp250,72 miliar dan aset tidak lancar Rp270,76 miliar.

Sementara itu pos kas setara kas akhir tahun CINT juga naik sebesar 15,30 persen. Dari yang semula Rp38,76 miliar pada akhir 2018, menjadi RP44,70 miliar pada akhir 2019.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper