Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Beban Bunga Meningkat, Laba Adi Sarana (ASSA) Terkoreksi 23 Persen

Emiten berkode saham ASSA itu sejatinya mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 25 persen secara tahunan menjadi Rp2,33 triliun. Namun, perolehan laba harus tergerus karena peningkatan sejumlah beban, terutama beban keuangan.
Armada milik PT Adi Sarana Armada (ASSA) Tbk./Repro-assa.co.id
Armada milik PT Adi Sarana Armada (ASSA) Tbk./Repro-assa.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – PT Adi Sarana Armada Tbk. mengalami penyusutan laba bersih sebesar 23 persen menjadi Rp110,4 miliar pada 2019 karena kenaikan beban bunga untuk pembiayaan investasi.

Emiten berkode saham ASSA itu sejatinya mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 25 persen secara tahunan menjadi Rp2,33 triliun. Namun, perolehan laba harus tergerus karena peningkatan sejumlah beban, terutama beban keuangan.

Presiden Direktur Adi Sarana Armada Prodjo Sunarjanto mengatakan bahwa hal itu terjadi lantaran perseroan berinvestasi cukup besar pada tahun lalu untuk lini bisnis pengiriman kilat, Anteraja.

Selain itu, perseroan mengakuisisi balai lelang jepang atau JBA yang kemudian dimerger dengan balai lelang milik perseroan, yakni BidWin. Hasil penggabungan usaha kedua entitas tersebut adalah PT JBA Indonesia.

Penggabungan usaha ini berkontribusi cukup besar dalam pertumbuhan pendapatan lini bisnis lelang. Lini bisnis ini menyumbang pendapatan sebesar Rp142 miliar, tumbuh 193 persen secara tahunan.

Dengan demikian, beban keuangan perseroan meningkat pada 2019 dan turut memengaruhi perolehan laba. Alhasil, laba bersih yang didapatkan perseroan sepanjang 2019 tergerus 23 persen dari Rp143,50 miliar menjadi Rp110,4 miliar.

“Sehingga untuk itu pembiayaan dari bank meningkat, beban bunga dan biaya personalianya. Namun, strategi yang kami terapkan pada akhir 2018 untuk setiap lini usaha mulai memberikan hasil yang positif tahun lalu,” jelasnya melalui siaran pers, Selasa (31/3/2020).

Dia mengatakan bahhwa tantangan pada tahun ini tidak akan lebih mudah karena adanya pandemi COVID-19 atau virus corona. Meski begitu, perseroan tetap optimistis pilar bisnis mobilitas, lelang, dan logistik yang mengarah ke end-to-end akan tetap tumbuh stabil.

Mewabahnya pandemi virus corona pada awal tahun ini rupanya cukup berkontribusi positif terhadap penjualan mobil bekas pada. Dia menuturkan hal ini terjadi seiring meningkatkan permintaan karena masyarakat beralih dari angkutan umum ke kendaraan pribadi.

Prodjo mengatakan bahwa sepanjang tahun lalu kontributor pendapatan terbesar adalah jasa sewa kendaraan mobil penumpang dan autopool sebesar 54 persen.

Kontriubutor pendapatan terbesar selanjutnya adalah penjualan kendaraan bekas sebesar 17 persen, sewa juru mudi 13 persen, jasa logistik 7 persen, jasa lelang 6 persen, jasa express delivery 3,6 persen, dan bisnis baru Share Car & Caroline.id 0,03 persen.

Dia menjelaskan bahwa lini bisnis logistik mengalami penurunan 14 persen secara tahunan pada 2019. Namun, hal ini mampu diimbangi dengan pertumbuhan bisnis Anteraja yang menyumbang pendapatan sebesar Rp83 miliar. Perseroan memaksimalkan utilisasi truk dan kendaraan logistik untuk menunjang lini bisnis pengiriman kilat tersebut.

Prodjo menuturkan perseroan akan tetap berekspansi pada tahun ini dengan menganggarkan belanja modal sebesar Rp2 triliun. Mayoritas belanja modal ini akan diserap untuk kebutuhan pembelian armada baru.

“Rp1,4 triliun dipakai untuk segmen transportasi dengan membeli armada baru sebanyak 6.500—7.000 unit kendaraan. Selebihnya, Rp600 miliar untuk modal anak perusahaan atau bisnis baru seperti express delivery, online car sharing, dan online automotive marketplace,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper